MONCHENGLADBACH – Kebobolan dua gol telat jelas membuat Pelatih Borussia Monchengladbach, Marco Rose, kecewa. Namun, ia tetap memuji penampilan anak asuhnya melawan Real Madrid. Meski gagal bertahan dengan baik, dua gol itu membuktikan kualitas yang dimiliki lawan.
Laga di Stadion Borussia Park itu berlangsung dramatis. Die Fohlen berhasil unggul 2-0 hingga memasuki lima menit terakhir pertandingan matchday kedua Grup B Liga Champions 2020-2021 itu berkat gol Marcus ‘Tikus’ Thuram (33’, 58’).
Setelah unggul dua gol, Borussia Monchengladbach berusaha bertahan lebih dalam pada sisa pertandingan. Sayangnya, Real Madrid mampu memaksakan hasil imbang 2-2 setelah Karim Benzema (87’) dan Casemiro (90+’3) mencetak gol dari situasi kemelut.
Baca juga: Dramatis, Real Madrid Paksa Monchengladbach Bermain 2-2

Kedua gol yang dihasilkan Real Madrid itu membuat Marco Rose kecewa. Namun, ia tidak terlalu menyesal. Sebab, apa yang dilakukan anak buahnya sudah maksimal. Kedua gol itu terjadi lebih karena kualitas Luka Modric dan kawan-kawan yang lebih baik.
“Ketika kebobolan dua gol telat dan kehilangan dua angka, jelas itu bukan perasaan yang bagus. Itu semua terjadi karena kualitas Real Madrid. Kami ingin bertahan lebih baik hingga akhir, tetapi terkadang Anda butuh keberuntungan dan kami tidak mendapatkannya malam ini,” papar Marco Rose, dikutip dari situs resmi UEFA, Rabu (28/10/2020).
“Pujian untuk anak-anak. Kami menampilkan permainan yang mengagumkan. Kami bisa saja mengakhiri laga lebih cepat. Shakhtar (Donetsk) mencetak gol ketiga, tetapi kami tidak. Bagaimana pun, saya bangga atas apa yang sudah ditampilkan anak-anak dan tidak bisa menyalahkan mereka,” imbuh pria asal Jerman itu.
Untuk kedua kalinya, Borussia Monchengladbach kemasukan gol pada penghujung pertandingan. Hal itu akan menjadi evaluasi bagi Marco Rose sebelum partai ketiga kontra Shakhtar Donetsk. Sebab, Marcus Thuram dan kolega tidak hanya ingin sekadar berpartisipasi di Liga Champions.
“Grup ini cukup ketat. Di kedua pertandingan, kami sudah menunjukkan apa yang bisa kami lakukan. Kami tidak ada di sini hanya untuk berpartisipasi,” lanjut Marco Rose.
“Kami berkompetisi di sini untuk mendapatkan hasil. Kami bisa saja mencetak empat atau bahkan enam angka. Namun, kami tidak boleh berpikir seperti itu,” tukas pria berusia 44 tahun itu.
Dengan hasil tersebut, Shakhtar Donetsk memimpin grup B dengan nilai empat dari dua laga. Sedangkan Inter Milan, berada di posisi tiga dengan koleksi dua angka. Nilai tersebut sama dengan yang dikemas Borussia Monchengladbach setelah diimbangi Real Madrid. Posisi buncit dihuni Los Blancos dengan satu poin.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)