PARIS - Kabar mengejutkan datang dari penggawa Manchester United, Paul Pogba. Gelandang 27 tahun itu diberitakan mundur dari skuad Timnas Prancis baru-baru ini.
Berbagai spekulai sempat bermunculan. Akan tetapi, penyebab utama mundurunya Pogba dari skuad Les Bleus -julukan Timnas Prancis- lantaran sang pemain tak senang dengan komentar dari Presiden Prancis, Emmanuel Macron, terkait pendapatnya tentang agama Islam.

Baca juga: Paul Pogba Diberitakan Mundur dari Timnas Prancis, Netizen: Pindah Jadi WNI
Hal ini berawal dari komentar Macron yang menanggapi peristiwa pemenggalan seorang guru bernama Samuel Partey di Conflans-Sainte, Prancis, pada 16 Oktober 2020 kemarin.
Paty menggunakan karikatur Nabi Muhammad sebagai media pengajaran saat menyampaikan materi mengenai kebebasan berekspresi. Macron meyakini pembunuhan itu sebagai 'serangan teroris Islamis'.
Ia berpendapat Paty dibunuh karena mengajarkan kebebasan berekspresi. Seperti diketahui, penggambaran Nabi Muhammad SAW dianggap pelanggaran serius bagi umat Islam.
Atas alasan ini, Macron berpandanga , pelaku dalam pembunuhan Samuel Paty adalah kelompok Islam militan domestik atau biasa disebut Cheikh Yassine. Peristiwa ini kemudian berlanjut pada penutupan sebuah mesjid di wilayah timur laut Paris.