PAUL Pogba dilaporkan mundur dari Tim Nasional (Timnas) Prancis. Menurut laporan The Sun, keputusan itu diambil Pogba karena agamanya, Islam, diduga mendapat penghinaan dari Presiden Prancis yakni Emmanuel Macron.
Baru-baru ini Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan yang membuat umat Islam marah. Ia menyebut sekularisme negara merupakan identitas nasional Prancis. Membatasi kebebasan berekspresi untuk menjaga perasaan suatu kaum disebut Macron dapat merusak persatuan negara.
Karena itu, Macron mengampanyekan mempertahankan nilai sekularisme. Namun, sekularisme ini belum tentu bisa digunakan ke semua hal, termasuk menjadikan karikatur Nabi Muhammad SAW sebagai contoh pelajaran.
Jika benar Pogba melakukan pemberontakan demi membela agamanya, ini sesuatu yang tidak mengagetkan. Sebab, II Polpo –julukan Pogba– dikenal sebagai penganut Islam yang taat. Apa saja bukti Pogba dikenal sebagai penganut Islam yang taat?
Berikut 5 bukti Pogba penganut Islam yang taat:
5. Jadikan Doa sebagai Kekuatan

Pogba percaya betul akan kekuatan doa dalam Islam. Ia menyebut berkat kekuatan doa, kehidupannya menjadi lebih baik, terutama setelah memutuskan menjadi mualaf medio 2013.
“Saya pernah berdoa bersama teman-teman saya dan saya merasa berbeda. Saya merasa sangat baik. Itu membuat saya menjadi orang yang lebih baik,” kata Pogba.
4. Solat Adalah Tiang Agama

Pogba paham betul bahwa solat merupakan tiang agama. Ketika sekali saja tidak melaksanakan solat wajiib, berarti ada yang salah di dalam diri seorang muslim tersebut.
BACA JUGA: Dikabarkan Mundur dari Timnas Prancis, Pogba Dikenal sebagai Islam yang Taat
“Anda perlu solat lima waktu sehari. Itu (solat) adalah salah satu kewajiban paling utama dalam Islam dan Anda wajib melaksanakannya. Solat adalah tiang agama,” ujar Pogba.