Dikabarkan Mundur dari Timnas Prancis, Pogba Dikenal sebagai Islam yang Taat

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 26 Oktober 2020 11:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 26 51 2299531 dikabarkan-mundur-dari-timnas-prancis-pogba-dikenal-sebagai-islam-yang-taat-Wl386KgHDI.jpg Pogba (tengah) saat menjalani ibadah umrah pertengahan 2019. (Foto: @paulpogba)

MANCHESTER – Kabar mengejutkan datang dari Kota Manchester. Gelandang Manchester United, Paul Pogba, diberitakan The Sun mengundurkan diri dari Tim Nasional (Timnas) Prancis karena agamanya, Islam, mendapat hinaan dari presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Baru-baru ini Emmanuel Macron mengeluarkan pernyataan yang membuat umat Islam marah. Ia menyebut sekularisme negara merupakan identitas nasional Prancis. Membatasi kebebasan berekspresi untuk menjaga perasaan suatu kaum disebut Macron dapat merusak persatuan negara.

Paul Pogba

(Pogba saat membela Timnas Prancis)

Karena itu, Macron mengampanyekan untuk mempertahankan nilai sekularisme. Namun, sekularisme ini belum tentu bisa digunakan ke semua hal, termasuk menjadikan karikatur Nabi Muhammad SAW sebagai contoh pelajaran.

Sekadar informasi, seorang guru sejarah asal Prancis bernama Samuel Paty menjadikan karikatur Nabi Muhammad SAW sebagai contoh kasus. Hanya saja, penggambaran Nabi Muhammad SAW dianggap pelanggaran serius bagi umat Islam. Sebab, tradisi Islam secara eksplisit melarang gambar Muhammad dan Allah.

Samuel Paty pada akhirnya mendapat kecaman. Beberapa hari setelahnya Samuel Paty ditemukan tak bernyawa di Conflans-Sainte-Honorine, barat laut Paris.

BACA JUGA: Paul Pogba Dikabarkan Mundur dari Timnas Prancis Gara-Gara Agamanya Dihina

Dalam pandangan Macron, pelaku dalam pembunuhan Samuel Paty adalah kelompok Islam militan domestik atau biasa disebut Cheikh Yassine. Karena itu, Macron meminta kelompok tersebut dibubarkan demi kebaikan bersama.

Selain itu, Macron juga meminta Masjid Pantin yang terletak di pinggiran timur laut Paris untuk ditutup. Hal itu karena salah satu jamaah masjid tersebut merupakan wali murid di mana Samuel Paty mengajar.

Karena itulah, tak heran jika Pogba benar meninggalkan Timnas Prancis. Ketika agamanya mendapat serangan, gelandang 27 tahun itu laporkan memberontak, mengingat II Polpo dikenal sebagai Islam yang taat.

Paul Pogba

(Pogba saat menjalani umroh pada 2019)

“Islam tidak seperti yang orang-orang bayangkan, seperti terorisme. Apa yang kami dengar di media itu berbeda. Islam adalah sesuatu yang indah,” kata Pogba mengutip dari The Times.

"Islam membuat saya berubah. Islam membuat saya menyadari hal-hal dalam hidup, saya kira saya menjadi lebih tenang karenanya. Itu membawa perubahan yang baik dalam hidup saya karena saya tidak dilahirkan sebagai seorang muslim,” lanjut Pogba.

“Bagi saya, Islam benar-benar agama yang membuka pikiran dan itu membuat saya menjadi orang yang lebih baik. Saya menghormati apa pun agama Anda, apa pun warna kulitnya, dan hal-hal lainnya. Itulah Islam, penghormatan terhadap kemanusiaan dan segalanya," tutup Pogba.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini