MANCHESTER United meraih hasil positif di matchday pertama Grup H Liga Champions 2020-2021. Bertandang ke markas Paris Saint-Germain (PSG), Rabu (21/10/2020) dini hari WIB, Manchester United menang 2-1. Dalam laga ini, gol-gol Man United dilesakkan via eksekusi penalti Bruno Fernandes pada menit 22 dan Marcus Rashford (87’).
Sementara itu, gol Les Parisiens –julukan PSG– dicetak pemain Man United, Anthony Martial, pada menit 55 alias gol bunuh diri. Lantas, apa saja kunci sukses Man United memenangkan laga sengit kontra PSG di kandang lawan?
Berikut 5 penyebab Manchester United menang atas PSG:
5. Taktik Pintar dari Ole Gunnar Solskjaer

Pelatih Man United, Solskjaer, menanggalkan formasi andalannya yakni 4-2-3-1, dan beralih ke 3-4-1-2. Pilihan cerdas dibuat Solskjaer. Dengan pola ini, Man United sama baiknya ketika bertahan dan menyerang.
Saat bertahan, Man United menjadi memiliki lima bek atas nama Aaron Wan-Bissaka, Victor Lindelof, Axel Tuanzebe, Luke Shaw dan Alex Telles. Sementara ketika menyerang, Man United juga memiliki lima gelandang.
Mereka ialah Wan-Bissaka, Fred, Scott McTominay, Alex Telles dan Bruno Fernandes. Hal itu membuat Man United sangat kuat, baik saat menyerang maupun bertahan.
4. Bruno Fernandes Lanjutkan Performa Apik

Bruno Fernandes kembali menunjukkan kelasnya. Ditunjuk sebagai kapten Man United untuk pertama kalinya, sama sekali tidak menurunkan mental gelandang berpaspor Portugal tersebut. Tercatat sepanjang pertandingan, gelandang 25 tahun itu muncul sebagai motor serangan Setan Merah.
BACA JUGA: Kalah dari Man United di Kandang, Bek PSG: Ini Memalukan!
Selain itu, Bruno Fernandes mencatatkan dua shot on target, dan salah satunya menghasilkan gol di awal pertandingan. Total sepanjang musim ini, Bruno Fernandes telah mengemas empat gol dan tiga assist dari enam pertandingan di semua kompetisi. Catatan itu terhitung apik bagi ukuran pemain yang berposisi sebagai gelandang.
3. Neymar Tampil Buruk

Terlepas dari assist yang menyebabkan Martial membuat gol bunuh diri, Neymar bermain di bawah standar. Padahal, kualitas Neymar dibutuhkan PSG untuk mengacak-acak pertahanan lawan.
Sepanjang pertandingan, winger berpaspor Brasil ini hanya mengemas satu shot on target. Jika dilihat secara kasat mata, kualitas Neymar kalah jauh dari sang rekan, Kylian Mbappe, yang tampil oke. Hanya saja, Mbappe kesulitan mencetak gol karena tidak mendapatkan suplai optimal dari Neymar.
2. Cadangkan Paul Pogba

Solskjaer membuat keputusan berani, yakni mencadangkan dua gelandang top kepunyaannya, yakni Paul Pogba dan Nemanja Matic dalam dua laga terakhir. Sebagai gantinya, pelatih asal Norwegia itu menurunkan duet Fred dan McTominay, yang mana hasilnya Man United menang 4-1 atas Newcastle dan 2-1 kontra PSG.
Performa Fred dan McTominay jauh lebih mobile ketimbang duet Pogba dan Matic. Pertanda Pogba dan Matic akan meninggalkan Old Trafford pada musim panas 2021?
1. Axel Tuanzebe Layak Jadi Andalan

Man United tak kunjung menemukan pendamping sepadan bagi sang kapten, Harry Maguire. Eric Bailly dan Victor Lindelof yang bergantian menjadi pendamping Maguire kerap bermain di bawah standar.
Namun, fans Man United jangan khawatir. Sebab, mereka telah mendapatkan sosok tangguh di jantung pertahanan atas nama Axel Tuanzebe. Tampil untuk pertama kalinya bersama Man United musim ini, bek yang pernah dipinjamkan ke Aston Villa ini tampil kukuh.
Tuanzebe beberapa kali mematikan pergerakan pemain sekelas Kylian Mbappe dalam situasi satu lawan satu. Jika tidak ada Tuanzebe, bukan tak mungkin skuad Man United pulang ke Manchester dengan tangan hampa.
(Fetra Hariandja)