Schneiderlin Ungkap Penyebab Kegagalannya di Man United

Ezha Herdanu, Jurnalis · Senin 19 Oktober 2020 04:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 19 45 2295697 schneiderlin-ungkap-penyebab-kegagalannya-di-man-united-Prw9ic4FIC.jpg Morgan Schneiderlin (Foto: Facebook Morgan Schneiderlin)

NICE – Morgan Schneiderlin bercerita soal kegagalannya bersinar ketika membela Manchester United. Schneiderlin pun menuding mantan pelatih Man United, Louis van Gaal, sebagai alasan utama dirinya gagal menampilkan performa terbaik kala berseragam merah.

Sebagaimana diketahui, Schneiderlin sendiri resmi bergabung dengan Man United pada jendela transfer musim panas 2015. Manajemen Man United merekrutnya dari Southampton dengan mahar sebesar 35 juta euro atau sekira Rp605 miliar.

Schneiderlin sempat diprediksi bakal menjadi salah satu pemain dengan peran krusial bagi Man United. Terlebih Schneiderlin sendiri memang berhasil menunjukkan performa luar biasa selama membela Southampton.

Morgan Schneiderlin

Akan tetapi yang terjadi justru jauh dari ekspektasi. Ya, Schneiderlin gagal menunjukkan performa terbaiknya di lini tengah Setan Merah –julukan Man United. Bahkan Schneiderlin sendiri hanya memiliki karier singkat di Man United, lantaran dilepas ke Everton pada bursa transfer musim dingin 2017.

Baca Juga: Selesai Isolasi, Cavani Mulai Latihan Perdana Bersama Man United 

Schneiderlin pun lantas membeberkan apa yang membuatnya gagal bersinar ketika membela Man United. Pemain yang kini merumput bersama OGC Nice itu menyebut nama Van Gaal sebagai sosok paling bertanggung jawab di balik pengalaman buruknya di Man United.

Pasalnya, Schneiderlin merasa bahwa Van Gaal terlalu memberikan kekangan kepadanya. Kondisi tersebut pun memaksa Schneiderlin harus bermain bersama Man United dengan ruang gerak yang sangat dibatasi.

“Tekanan klub tidak pernah menjadi masalah bagi saya. Saya suka tekanan, saya butuh tekanan, dan juga adrenalin. Para penggemar juga menunjukkan sikap yang luar biasa kepada saya di jalan,” ungkap Schneiderlin, seperti disadur dari The Guardian, Senin (19/10/2020).

“Masalah utamanya adalah saya, karena saya menyadari betul bahwa saya memiliki begitu banyak hal untuk diberikan tetapi saya tidak dapat memberikannya karena saya merasa sangat dibatasi,” sambung pemain berusia 30 tahun tersebut.

Baca Juga: Solskjaer Janji Turunkan Van de Beek sebagai Starter

“Melihat ke belakang, saya seharusnya tidak begitu merasa kesal, tetapi pada saat itu keadaannya memang seperti itu. Anda harus menunggu sampai manajer memberi tahu Anda bahwa Anda boleh makan.”

“Hal-hal ini berhasil saat pemain berusia 19 dan 20 tahun, tetapi tidak jika Anda memiliki pemain yang lebih tua. Van Gaal telah membuktikan bahwa dia adalah seorang manajer hebat, tetapi saya rasa kami tidak membutuhkan ide-ide tersebut pada saat itu,” tuntasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini