Kepa Masih Jadi Kiper, Chelsea Takkan Juara Liga Inggris

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 15 September 2020 13:53 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 15 45 2278036 kepa-masih-jadi-kiper-chelsea-takkan-juara-liga-inggris-xbZ8DNhdb1.jpg Kepa Arrizabalaga dikritik Gary Neville (Foto: Twitter/@ChelseaFC)

FALMER – Kiper Chelsea, Kepa Arrizabalaga, kembali mendapat sorotan. Pasalnya, pria berkebangsaan Spanyol itu kembali kebobolan lewat tembakan jarak jauh pada laga Brighton & Hove Albion vs Chelsea, yang dimenangi tim tamu dengan skor 1-3 pada pekan pertama Liga Inggris 2020-2021, Selasa (15/9/2020) dini hari WIB.

Satu-satunya gol tuan rumah pada laga tersebut dihasilkan lewat tembakan jarak jauh Leandro Trossard pada menit 54. Itu merupakan gol penyeimbang setelah Jorginho membuka skor lewat titik penalti pada babak pertama.

Malang bagi Kepa, gol Leandro Trossard itu semakin menambah catatan buruk. Itu merupakan gol ke-19 yang diderita kiper asal Spanyol tersebut dari luar kotak penalti. Ia menjadi kiper terburuk dalam antisipasi tembakan jarak jauh di Liga Inggris dalam dua tahun terakhir.

Baca juga: Tundukkan Brighton 3-1, Chelsea Cetak Rekor 2.000 Poin

Leandro Trossard melepaskan tembakan jarak jauh (Foto: Brighton & Hove Albion)

Terang saja, kiper berusia 25 tahun itu langsung jadi sasaran kritik pengamat. Gary Neville terang-terangan menyebut Chelsea tidak akan pernah juara jika kiper, dalam hal ini, Kepa Arrizabalaga, terus menerus membuat kesalahan fatal.

“Kiper, tentu saja, Anda tidak bisa membiarkan gol seperti itu. Kami berusaha untuk tidak terlalu kritis terhadapnya. Chelsea berbicara soal memenangi liga, tetapi tentu saja tidak akan ada kesempatan jika Anda terus kebobolan seperti itu,” ujar Gary Neville, dikutip dari Daily Mail, Selasa (15/9/2020).

“Itu akan menyebabkan masalah. Gol terjadi karena bola lolos dari bawah lengannya. Itu bukan tembakan yang bagus dan tidak terlalu bertenaga. Dia melihatnya dari jarak jauh. Saya tidak tahu apa yang terjadi. Sembilan belas kali kebobolan tembakan dari jarak jauh,” imbuh pria asal Inggris itu.

Gary Neville mencontohkan krisis penjaga gawang bagus yang pernah menimpa sejumlah klub, termasuk Manchester United dan Liverpool. Ketika kiper yang ada bermain tidak bagus, maka sudah sewajarnya klub segera merekrut penjaga gawang baru.

“Saya selalu kritis terhadap (Simon) Mignolet dan (Loris) Karius (di Liverpool). Setelah Alisson datang, semuanya normal,” sambung Gary Neville.

“Di Man United, segera setelah (Edwin) Van der Sar datang, keadaan menjadi normal. Anda tidak bisa menjadi juara dengan kiper yang membiarkan gol dari luar kotak penalti serta tidak dominan di area kotak penalti,” tutup pria berusia 45 tahun itu.

Walau terus mendapatkan kritik, Kepa Arrizabalaga bisa sedikit terhibur dengan pembelaan yang disampaikan Frank Lampard. Manajer Chelsea itu mengaku tetap percaya akan kemampuan mantan penjaga gawang klub Athletic Bilbao tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini