“Kami tidak mencetak gol. Pertandingan menjadi lebih terbuka,” ujar juru taktik berumur 57 tahun tersebut.
"Di babak kedua, satu gol membuat perbedaan dalam hasil dan apa yang terjadi setelah gol itu. Melawan tim bagus, seperti Everton jika Anda membiarkan mereka bermain dari belakang, mereka merasa nyaman dengan teknis pemain yang sangat bagus. Jika Anda tidak menekan mereka, Anda memberi mereka amunisi,” tuturnya.
"Kami malas dalam menekan. Itu adalah konsekuensi dari kebugaran yang buruk, pramusim yang buruk. Beberapa pemain bahkan tidak menjalani pramusim. Beberapa pemain tampil dengan pola pikir yang salah. Saya tidak ingin membicarakan itu, saya tidak yakin. Terlalu mudah bagi mereka untuk bermain dari belakang ke depan,” ucap eks pelatih Manchester United tersebut.
Sementara itu, kekalahan membuat Mourinho untuk pertama kali sepanjang karier kepelatihannya gagal menang pada pekan perdana liga. Juru taktik berumur 57 tahun itu kini memiliki tugas besar untuk membawa Tottenham bangkit dari hasil buruk ini pada pertandingan berikutnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.