Kebobolan Tiga Gol dari Leeds, Klopp Soroti Lini Belakang Liverpool

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Senin 14 September 2020 03:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 13 45 2277115 kebobolan-tiga-gol-dari-leeds-klopp-soroti-lini-belakang-liverpool-bwveLe3VRN.jpg Liverpool amankan tiga poin kontra Leeds (Foto: Twitter/Liverpool)

LIVERPOOL – Liverpool sukses meraih tiga poin pada laga perdana mereka di ajang Liga Inggris 2020-2021. The Reds berhasil mengatasi perlawanan tim promosi, Leeds United, pada laga yang berlangsung di Stadion Anfield, Sabtu 12 September 2020 malam kemarin.

Meski berstatus sebagai tim promosi, The Peacocks -julukan Leeds- nyatanya memberikan perlawanan cukup sengit atas Liverpool. Kedua tim bahkan terlibat saling balas gol sepanjang pertandingan berlangsung.

Namun, akhirnya Liverpool berhasil menutup laga dengan kemenangan lewat skor akhor 4-3. The Reds mungkin berhasil mengamankan tiga poin, tapi lini belakang mereka menjadi sorotan di laga kali ini.

Tiga gol yang disarangkan Leeds dianggap sebagai bukti kalau para pemain bertahan Liverpool tak menunjukkan performa terbaik mereka. Virgil van Dijk dan kolega pun mendapat cibiran setelah pertandingan selesai.

Baca juga: Liverpool vs Leeds, Ini Respons Van Dijk Usai Buat Kesalahan

Meski demikian, Jurgen Klopp menaggapi santai kritik tajam yang dialamatkan kepada para pemainnya. Klopp melihat ini sebagai hal wajar dan yakin semua bisa diperbaiki untuk laga selanjutnya.

"Saya tidak benar-benar melihat kami berjuang secara defensif, hanya saja cara mereka bermain Anda tidak dapat mempertahankannya 100 persen sepanjang waktu,” ujar Klopp, seperti dilansir dari laman Goal International, Senin (13/9/2020).

“Jadi itulah kemungkinan yang Anda dapatkan ketika bertahan, tapi itu bukan alasan, itu hanya penjelasan. Dan mungkin saya tidak perlu memberikan penjelasan,” sambungnya.

“Tapi kami melakukan analisis dan melihat para pemain belakang yang baru kembali dari laga dengan negara mereka sudah berusaha tampil sebaik mungkin,” lanjut Klopp.

"Jadi, semua tim papan atas punya cara bertahan yang berbeda. Itu bisa terjadi dan jika hal-hal tidak benar-benar diselesaikan, kami masih bisa memperbaiki semuanya karena ini masih berada di tahap awal musim,” ujar dia.

"Saya tahu orang mengatakan mereka bermain 500 pertandingan bersama, tetapi bertahan tidak seperti mengendarai sepeda. Anda harus melatihnya terus-menerus. Jadi ruang untuk peningkatan, semuanya bagus,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini