5 Fakta Laga Prancis vs Kroasia, Ulangan Final Piala Dunia 2018

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Rabu 09 September 2020 17:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 09 09 51 2275065 5-fakta-laga-prancis-vs-kroasia-ulangan-final-piala-dunia-2018-qMYAJUlU0G.jpg Giroud dan Antoine Griezman. (Foto/UEFA)

PRANCIS kembali bertemu Kroasia. Laga ini merupakan ulangan final Piala Dunia 2018. Lagi-lagi Prancis berhasil menaklukkan Kroasia dalam lanjutan UEFA Nations League yang berlangsung di Stade de France, Rabu (9/9/2020) dini hari. Les Bleus menang dengan skor meyakinkan, 4-2.

Gol Prancis dicetak Antoine Griezmann, Anthony Martial, Dayot Upamecano dan Olivier Giroud (penalti). Sementara gol Kroasia dicetak Dejan Lovren dan bunuh diri kiper Dominik Livakovic.

Baca juga: 5 Kapten Terbaik Man United Sepanjang Sejarah 

Berikut lima fakta menarik dalam laga antara Prancis dan Kroasia menyadur Sportskeeda

5. Pemain muda masa depan

Rata-rata usia pemain Kroasia adalah 27 tahun. Namun Nikola Vlasic, misalnya. Ia berusia 22 tahun. Meski begitu dia bermain menawan di lini tengah. Vlasic sering memenangkan bola. Bahkan salah satu tembakannya ada yang membentur tiang gawang.

Pemain lainnya yang masih muda adalah penyerang Wolfsburg, Josip Brekalo. Ia juga menunjukkan performa yang luar biasa. Hanya sepuluh menit setelah masuk, ia berhasil mencetak gol penyeimbang.

4. Kedalaman Skuad

Dalam pertandingan Nations League pertama mereka, Prancis meraih hanya menang 1-0 saat melawan Swedia. Namun, saat melawan Kroasia, Didier Deschamps mengisi pemain sebelas pertama secara berbeda.

Kapten Hugo Lloris, Dayot Upamecano, N'Golo Kante, dan Antoine Griezmann adalah pemain yang tetap dimainkan sejak awal Swedia juga melawan Kroasia.

Terlepas dari perubahan ini, satu hal yang menonjol secara khusus adalah kedalaman skuad yang dimiliki Prancis. Sang juara dunia memiliki pemain seperti Martial, Clement Lenglet, Lucas Hernandez.

Wonderkid Rennes Eduardo Camavinga juga melakukan debutnya meski bermain singkat. Namun, dia membuat penampilan apik, menunjukkan kepada Descamps bahwa ia memiliki opsi berharga untuk dimaanikan.

3. Malam Bersejarah Antoine Griezmann

Penyerang Barcelona, Antoine Griezmann adalah salah satu pilar serangan Prancis. Mantan bintang Atletico Madrid itu adalah salah satu andalan Deschamps. Pemain berusia 29 tahun itu memiliki malam yang sulit untuk dilupakan selama perjalanan mereka sebelumnya di Stockholm.

Griezmann saat melawan Swedia gagal melakukan tembakan tepat sasaran. Bahkan penaltinya pada menit ke-90 gagal memberi Prancis gol tambahan dalam pertandingan itu.

Melawan Kroasia, Griezmann melakukannya dengan baik. Dia bersama Anthony Martial berhasil bekerja sama sehingga membuahkan gol.

Beberapa menit kemudian memasuki babak kedua, tendangan sudut yang dilakukannya diselesaikan mudah oleh Dayot Upamecano.

Secara keseluruhan, bintang Barcelona itu melakukan empat umpan kunci, memenangkan empat dari lima duel, mencetak satu gol dan satu assist.

2. Pertahanan Kroasia rapuh

Runner up Piala Dunia 2018 memulai kampanye Nations League melawan tim Portugal yang tak diperkuat Cristiano Ronaldo. Meskipun begitu mereka hancur dengan skor 4-1.

Saat bertemu Prancis mereka berharap bermain lebih baik lagi. Mereka percaya diri bisa memanfaatkan ruang terbuka dari formasi 3-5-2 Prancis.

Namun, upaya mereka untuk menang gagal. Mereka kebobolan empat gol. Itu berarti telah kebobolan delapan gol dalam dua pertandingan pertama mereka di turnamen ini.

Dengan beberapa pemain kunci absen dari samping termasuk tokoh-tokoh besar seperti Luka Modric, Ivan Rakitic, dan lainnya, Kroasia perlu menghentikan performa buruk mereka sedini mungkin jika mereka ingin maju ke babak berikutnya.

Kroasia dalam pertandingan sellanjutnya akan menghadapi Swedia. Merekan akan saling berhadapan pada Jumat 11 Oktober 2020.

1. Kembalinya Martial

Anthony Martial adalah salah satu penyerang terbaik di Liga Inggris musim 2019-2020. Ia kembali dipanggil ke skuad Deschamps setelah absen selama lebih dari dua tahun.

Setelah tampil mengesankan saat melawan Swedia, Martial direkrut menjadi pemain utama bersama Wissam Ben Yedder saat berhadapan dengan Kroasia. Dia pun tampil mengesankan.

Martial berhasil mencetak dari jarak dekat. Meskipun itu terjadi karena gol bunuh diri dari kiper Kroasia Dominik Livakovic, namun sentuhan Martial terbukti sangat menentukan.

Selama 90 menit membela Prancis, ia melakukan tiga umpan kunci, menciptakan dua peluang dan satu assist. Martial membuat dirinya pantas kembali ke Timnas Prancis.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini