MANCHESTER – Kharisma Roy Keane sebagai kapten Manchester United tidak terbantahkan. Sepeninggal pria asal Republik Irlandia itu pada 2005, Setan Merah tidak lagi memiliki kapten seperti dirinya. Menurut Alan Smith, Man United tak lagi punya pemimpin berkharisma di ruang ganti.
Sebagaimana diketahui, Man United tengah limbung sepeninggal Sir Alex Ferguson pada 2013. Sejak itu, klub kebanggaan masyarakat Manchester tersebut tidak pernah lagi menjadi juara Liga Inggris. Terhitung lima pelatih sudah yang menangani Man United sejak tujuh tahun lalu.
Jabatan kapten Man United turut dianggap sebagai penyebab penurunan itu. Semenjak kepergian Roy Keane, ban kapten sudah pernah disandang Gary Neville, Nemanja Vidic, Wayne Rooney, Antonio Valencia, Ashley Young, dan terakhir Harry Maguire.
Baca juga: 5 Kapten Terbaik Man United Sepanjang Sejarah

Keempatnya jelas memiliki karakter yang berbeda dengan Roy Keane. Menurut Alan Smith, klub selalu gagal mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh Keano di ruang ganti. Akibatnya, tidak ada lagi sosok pemimpin yang bisa menjadi panutan rekan-rekan setimnya.
“Roy Keane mungkin nyaris mustahil digantikan sebagai pemain dan karakter, terutama di Man United. Saya yakin mereka masih belum menemukan sosok sepertinya, baik di ruang ganti mau pun lapangan,” papar Alan Smith, dikutip dari Goal, Selasa (8/9/2020).
“Tidak akan ada yang bisa mereplikasi kepemimpinan Keane. Buat saya, ini bukan hanya soal Keane sebagai pemimpin. Dia mungkin adalah salah satu gelandang tengah terbaik di era Premier League,” imbuh pria berkebangsaan Inggris itu.
Nomor punggung Roy Keane memang diwariskan kepada Michael Carrick sejak musim panas 2006 hingga 2018. Akan tetapi, pemain berkebangsaan Inggris itu punya gaya permainan dan karakter yang berbeda dengan seniornya.
Sejak kepergian Roy Keane, lini tengah Man United memang terasa kehilangan jenderal. Sosok Paul Scholes memang masih ada hingga 2013, tetapi ia lebih banyak bermain ke dalam. Selepas kepergian Michael Carrick, Man United bahkan kesulitan mencari seorang gelandang mumpuni.
Mereka sudah mendatangkan Paul Pogba pada 2016, tetapi sang pemain masih kurang konsisten. Semusim berselang, Man United membeli Nemanja Matic dari Chelsea. Pemain berkebangsaan Serbia itu memang mampu memberikan keseimbangan di lini tengah.
Sayangnya, Nemanja Matic kini sudah menginjak 32 tahun. Untuk itu, Man United merekrut Donny van de Beek dari Ajax Amsterdam yang punya peran box-to-box midfielder seperti yang dimainkan Roy Keane dahulu.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.