6 Pelatih yang Raih Treble Winner di Era Liga Champions

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Rabu 26 Agustus 2020 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 26 261 2267707 6-pelatih-yang-raih-treble-winner-di-era-liga-champions-88Lj1UGWOs.jpg Hansi Flick bawa Bayern Munich juarai Liga Champions 2019-2020 (Foto: UEFA)

BAYERN Munich sukses memastikan gelar Liga Champions 2019-2020 setelah mengalahkan wakil Prancis, Paris Saint-Germain (PSG) lewat skor tipis 1-0 pada babak final yang berlangsung di Stadion Da Luz, Lisbon, Portugal, Senin 24 Agustus 2020 dini hari WIB.

Pencapaian tersebut membawa Die Rotten –julukan Bayern– menutup 2019-2020 dengan raihan treble winner atau raihan tiga trofi bergengsi dalam satu musim. Selain merajai kompetisi Eropa, tim arahan pelatih Hansi Flick juga menunjukkan dominasi di ajang domestik.

Bayern Munich berhasil mempertahankan dua gelar juara yakni Bundesliga Jerman 2019-2020 dan DFB-Pokal. Flick rupanya bukan satu-satunya pelatih yang berhasil membawa timnya meraih treble winner. Melansir dari laman Sportskeeda, berikut enam pelatih yang sukses membawa timnya meraih treble winner di era Liga Champions.

6. Sir Alex Fergusson (Manchester United 1998-1999)


Musim 1998-1999 menjadi salah satu puncak kesuksesan Setan Merah –julukan Man United– di bawah arahan Ferguson. Keberhasilan Man United mengalahkan Bayern Munich di babak final liga Champions melengkapi raihan gelar mereka pada musim tersebut.

Pada kompetisi Liga Inggris, Man United juga berhasil menyudahi musim di posisi teratas dengan unggul satu poin dari pesaing terdekat yakni Arsenal. Trofi Piala FA kemudian menjadi pelengkap treble winner Manchester Merah.

5. Pep Guardiola (Barcelona 2008-2009)


Josep Guardiola mencatatkan perjalanan luar biasa di musim perdananya menangani skuad Blaugrana. Pelatih asal Spanyol itu langsung mempersembahkan tiga trofi juara, termasuk Trofi Liga Champions 2008-2009.

Barcelona sukses mempecundangi Manchester United di partai final lewat skor akhir 2-0. Masing-masing gol Samuel Eto’o dan Lionel Messi mempersembahkan trofi Liga Champions ketiga untuk tim katalan.

Tidak hanya itu, Barcelona juga sangat dominan di kompetisi Liga Spanyol. Lionel Messi dan kolega berhasil meraih 37 kemenangan dari dari 38 laga yang dipertandingkan. Gelar Copa Del Rey usai menumbangkan Athletic Bilbao menjadi penutup raihan treble winner mereka pada musim tersebut.

4. Jose Mourinho (Inter Milan 2009-2010)


Satu musim setelahnya, Inter Milan kemudian mengikuti jejak keberhasilan Barcelona bersama pelatih mereka, Jose Mourinho. La Beneamata sebenarnya menjalani musim 2009-2010 tampa performa yang terlalu mencolok ketimbang tim lain.

Terlebih tiga penyerang mereka yakni Samuel Eto’o, Diego Milito dan Goran Pandev tampil kurang menjanjikan di awal musim. Akan tetapi, tangan dingin Mourinho seakan menyulap penampilan Inter mulai pertangahan musim.

Hasilnya, gelar scudetto sukses mereka raih dengan menempati urutan teratas di klasemen akhir Liga Italia 2009-2020. Trofi Coppa Italia kemudian menyusul usai mereka berhasil menang tipis 1-0 atas AS Roma.

Mourinho akhirnya berhasil menjawab keraguan timnya dengan raihan treble winner pada musim tersebut. Gelar Liga Champions jadi pelengkap usai mereka mengalahkan Bayern Munich dengan skor telak 2-0.

3. Jupp Heynckes (Bayern Munich 2012-2013)


Sebelum meraih treble winner musim ini bersama pelatih Hansi Flick, FC Hollywood –julukan Bayern– juga pernah melakukan pencapaian serupa pada 2012-2013.

Prestasi tersebut mereka raih saat berada di bawah arahan pelatih Jupp Heynckes. Musim 2012-2013 bisa dikatakan sebagai momen kebangkitan bagi Bayern Munich.

Setelah melepaskan gelar Bundesliga pada tahun 2012 ke Borussia Dortmund dan juga kalah di final Liga Champions dari Chelsea di kandang sendiri, Bayern kembali dengan sepenuh hati untuk meraih hasil maksimal.

Tidak tanggung-tanggung, Die Rotten langsung meraih tiga trofi bergengsi dengan rincian dua trofi di kompetisi domestik dan satu trofi Liga Champions. Pada final Liga Champions 2012-2013 mereka berhasil mengatasi perlawanan wakil Jerman lainnya yakni Borussia Dortmund.

2. Luis Enrique (Barcelona 2014-2015)


Seperti yang terjadi pada 2008-2009 saat masih di bawah asuhan Pep GUardiola, Barcelona kembali meraih treble winner pada 2014-2015. Prestasi tersebut mereka raih pada musim perdana era kepelatihan Luis Enrique.

Blaugrana meraih trofi Liga Spanyol dengan unggul dua poin dari Real Madrid di posisi kedua. Kemudian pada ajang Copa Del Rey, tim katalan meraih gelar juara usai menumbangkan Athletic Bilbao.

Kemudian di final Liga Champions mereka menghadapi Juventus, yang juga sedang berburu treble. Barcelona akhirnya menang 3-1 berkat masing-masing sumbangan satu gol dari Luis Suarez, Ivan Rakitic dan Neymar Jr.

1. Hansi Flick (Bayern Munich 2019-2020)


Musim 2019-2020 jadi momen yang tidak akan terlupakan bagi Bayern Munich. Mereka menciptakan sejarah mereka sendiri dengan menjadi tim Jerman pertama yang melakukan dua treble winner.

Bayern sebenarnya mengawali musim dengan kurang baik saat masih ditangani pelatih Niko Kovac. Akan tetapi, kedatangan Flick pada November 2019 seakan mengembalikan taji Die Rotten.

Secara tidak terduga, Bayern unggul hingga 13 poin sebelum akhirnya memastikan gelar juara Liga Jerman 2019-2020. Kemudian di ajang DFB-Pokal mereka berhasil menumbangkan Bayer Leverkusen dengan skor meyakinkan 4-2.

Mereka juga mengalahkan PSG 1-0 di final Liga Champions di Lisbon, berkat gol babak kedua dari Kingsley Coman untuk menjadi pendatang terbaru ke klub treble. Manuel Neuer juga menjadi penjaga gawang pertama yang meraih dua treble dalam karirnya.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini