MILAN – Gelandang AC Milan, Ismael Bennacer, langsung menampilkan performa mengesankan di musim pertamanya membela Rossoneri. Meski begitu, Bennacer enggan besar kepala dan menyebut dirinya sebenarnya masih perlu banyak belajar.
Bennacer bergabung dengan Milan pada bursa transfer musim panas 2019. Gelandang berpaspor Aljazair itu dibyong dari Empoli dengan mahar 16 juta euro atau sekira Rp252,4 miliar.
Meski berposisi sebagai gelandang, namun pada awalnya Bennacer bermain lebih ke depan, alias ditempatkan sebagai mezzala. Akan tetapi, sejak awal musim 2018-2019, ia lebih sering dimainkan sebagai regista di Empoli.
Baca juga: Costacurta: Ibrahimovic Kunci Kebangkitan Milan pada Paruh Kedua Musim Ini

Maka dari itu, Bennacer pun mencari referensi pemain yang sekiranya serupa dengan gaya bermainnya. Diakui oleh gelandang 22 tahun itu kalau ia banyak menonton permainan Marco Verratti dan Thiago Alcantara.
Menurut Bennacer, kedua pemain tersebut adalah sosok gelandang hebat dan ia banyak belajar dari mereka. Hingga saat ini, Bennacer pun masih belajar untuk bisa menjaga bola dengan baik. Sebab, sebagai regista, kehilangan bola tentu menjadi hal yang sangat fatal.
"Ini adalah tahun kedua saya bermain di Italia sebagai regista. Saya masih mengerjakannya. Saya pikir saya membaik. Saya pasti banyak belajar. Saya banyak menonton Marco Verratti dan Thiago Alcantara. Thiago sangat, sangat bagus,” aku Bennacer, seperti dikutip dari Football Italia, Rabu (5/8/2020).