Sengaja Batuk, Pemain di Liga Inggris Bakal Dikartu Merah

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 04 Agustus 2020 00:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 03 45 2256447 sengaja-batuk-pemain-di-liga-inggris-bakal-dikartu-merah-pF98A8ocW5.jpg Ilustrasi hukuman kartu merah (Foto: Premier League)

LONDON Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) mengeluarkan aturan baru terkait pencegahan penyebaran Covid-19. Para pemain yang ketahuan sengaja batuk di hadapan musuh atau wasit, dapat dihukum dengan kartu kuning, bahkan mendapat kartu merah langsung.

Dalam dokumen yang dirilis tersebut, FA meminta para perangkat pertandingan, terutama wasit, tidak segan-segan dalam mengambil tindakan tegas. Pemain yang melanggar aturan tersebut bisa saja langsung diusir keluar lapangan. Peraturan baru itu akan langsung diterapkan untuk semua level pertandingan.

“Tindakan tegas harus langsung diambil wasit jika seseorang terbukti dengan sengaja dan dari jarak yang dekat, batuk-batuk di wajah pemain lawan atau bahkan ofisial pertandingan,” bunyi pernyataan resmi FA, dikutip dari The Guardian, Selasa (4/8/2020).

Baca juga: Liga Inggris Dimulai 12 September, Lampard: Para Pemain Butuh Istirahat

Ilustrasi pemain meludahi lawan

“Jika insiden itu tidak terlalu parah sehingga harus dikeluarkan dari lapangan, pelanggar akan diberikan peringatan atas dasar perilaku tidak sportif, yakni tidak menghormati pertandingan,” sambung pernyataan resmi tersebut.

Lebih lanjut, FA mewajibkan wasit untuk menghukum siapapun dalam pertandingan yang rutin batuk-batuk. Sang pengadil juga harus mengingatkan pemain untuk tidak sering-sering meludah ke lapangan sekali pun tindakan itu bukan sebuah pelanggaran berat.

Seperti diketahui, penyebaran virus Corona atau Covid-19 bisa melalui droplet atau cairan yang keluar dari mulut dan hidung. Batuk, meludah, bersin, atau sekadar membuka mulut saja dapat mengeluarkan droplet yang mengandung Covid-19. Karena itu, disarankan agar menjaga jarak antar manusia.

Dunia sepakbola memang menyusun serangkaian protokol kesehatan demi mencegah Covid-19 ketika kompetisi digulirkan kembali pada Mei-Juni 2020. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kebiasaan meludah di tengah pertandingan.

Air liur yang keluar dari mulut pemain memang berpotensi menyebarkan Covid-19. Andai ludah menempel di bola dan tersentuh pemain, virus bukan tidak mungkin berpindah. Karena itu, bola biasanya langsung disemprot dengan disinfektan oleh petugas di pinggir lapangan ketika keluar.

Selain itu, para pemain juga diminta untuk menjaga jarak ketika duduk di bangku cadangan dan memakai masker. Protokol tersebut menyebabkan tempat duduk di sejumlah stadion dimodifikasi sedemikian rupa agar bisa menjaga jarak.

Setiap pertandingan juga dimainkan tanpa kehadiran penonton. Hal itu mengurangi atmosfer laga yang biasanya dimeriahkan dengan aksi-aksi suporter.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini