Arema FC Hapus Sistem Kontrak dengan Uang Muka, Begini Hitung-hitungannya

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 20:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 49 2251725 arema-fc-hapus-sistem-kontrak-dengan-uang-muka-begini-hitung-hitungannya-z9RLNstYnE.jpg Skuad Arema FC. (Foto/Arema FC)

MALANG - Manajemen Arema FC akan mengahpus sistem kontrak dengan uang muka pada musim depan, dan sudah disampiakan kepada pelatih dan para pemainnnya.

Dalam sistem dengan down payment alias DP, pemain yang dikontrak Rp500 juta dalam 10 bulan, akan mendapatkan DP 20%, yakni Rp100 juta. Maka gajinya setiap bulan adalah 500 juta dikurangi DP 100 juta, hasilnya 400 juta. Hasil 400 juta kemudian dibagi 10 bulan, yaitu 40 juta per bulan.

Foto/Arema FC

General Manager Arema FD, Ruddy Widodo mengatakan pihaknya akan mengahapus sistem DP pada musim depan.

Baca juga: Arema FC Klaim Dapat Bocoran Jadwal Liga 1 2020

Dengan mengahapus sistem DP, pemain yang memiliki nilai kontrak Rp500 per bulan akan menerima gaji Rp50 juta dalam 10 bulan.

“Musim depan 18 klub Liga 1 bersepakat untuk menghilangkan tradisi DP, yang sepertinya cuma ada di Indonesia. Jujur saja, DP ini memberatkan klub. Misal Arema anggarannya 30 miliar per musim, harus ada Rp7,5 miliar di muka untuk DP,” kata Ruddy mengutip Wearemania, Jumat (24/7/2020).

Ia menjelaskan sistem kontrak tanpa DP itu sudah diterapkan pada para pemain asing Arema FC pada musim ini. Mereka ada Jonathan Bauman, Matias Malvino, dan Elias Alderete tidak menerima DP.

“Mereka tidak protes karena setahu mereka di luar negeri memang tidak ada yang namanya DP ini. Hanya saja, bagi mereka yang berpengalaman bekerja di Indonesia, kecenderungannya memang minta DP, karena sudah tahu kebiasaan ini,” tuturnya.

Foto/Arema FC

Ruddy mengungkapakn Arema FC pernah rugi saat memakai sistem kontrak dengan DP. ketika mengontrak pelatih asal Austria, Wolfgang Pikal di Indonesia Super League (ISL) 2011-2012.

“Hitungannya rugi, seperti kasus Wolfgang Pikal, misal kontraknya 500 juta, Arema bayar DP 125 juta (25%), dan gajinya 31 juta per bulan,” ujarnya.

“Begitu dua bulan, karena prestasinya jelek, kita putus kontrak, Arema masih harus mengeluarkan dua kali nilai gaji sebagai pesangon. Totalnya, 125 juta tambah 124 juta (gaji 2 bulan dan pesangon), cuma buat dua bulan masa kerja, kan rugi,” pungkas Ruddy. 

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini