Share

Daftar Perpindahan Pemain Liga Indonesia yang Membuat Kecewa Suporter

Rachmat Fahzry, Okezone · Rabu 22 Juli 2020 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 22 49 2250467 daftar-perpindahan-pemain-liga-indonesia-yang-membuat-kecewa-suporter-NFV8L4VYJ0.jpg Evan Dimas. (Foto/Persija Jakarta)

Usai Liga Indonesia 2011 selesai, lima pemain Persija Jakarta, membuat kontroversi dengan memilih pindah. Kelima pemain tersebut, yakni Aliyudin, Muhammad Ilham, Muhammad Nasuha, Tony Sucipto, dan Jendri Pitoy.

Perpindahan kelima pemain Persija tersebut menjadi kontroversi karena mereka pindah Persib Bandung, klub rival utama Persija.

Kelima pemain tersebut membuat luka bagi Jakmania, suporter fanatik Persija. Bahkan saat mereka membela Persiba saat melawan Persija di Jakarta, keliman eks pemain Persija tersebut mendapat cemooh sepanjang laga.

Foto/Persib Bandung

Selain kelima pemain Persija, berikut sejumlah nama pemain Liga Indonesia yang membuat luka pendukung mereka:

Aji Santoso dari Arema ke Persebaya

Aji Santoso merupakan putra daerah Malang. Ia meniti kariernya sebagai pesepakbola senior bersama Arema Malang dari 1987 hingga 1995.

Bahkan saat era Galamatama, Aji Santoso membawa Arema Malang juara musim 1992-1993.

Foto/Persebaya Surabaya

Namun, menjelang Liga Indonesia 1996-1997, Aji Santoso memilih pindah ke Persebaya Surabaya, klub rival Arema Malang. Ia pindah sebagai pemain dengan rekor transfer termahal saat itu

Namun, kepindahan Aji Santoso membuat sakit Aremania. Aji menceritakan betapa ia sangat sulit meninggalkan Arema Malang, namun sebagai pesepakbola profesional, ia merasa keputusannya sudah tepat.

"Saat resepsi pernikahan saya sedang berlangsung. Tiba-tiba puluhan Aremania menggelar spanduk yang isinya menolak saya pindah ke Persebaya. Saya tidak marah, saya paham dan mengerti kecintaan mereka terhadap saya. Mereka melakukan itu karena tidak tahu alasan saya," papar Aji Santoso di YouTube Persebaya.

"Saya pindah ke Persebaya dengan nilai transfer Rp50 juta. Nilai itu cukup untuk biaya operasional Arema 4-5 bulan. Ketika di Arema, gaji saya saja hanya Rp125 ribu per bulan. Padahal saya sudah berstatus pemain Timnas Indonesia," lanjut dia.

Indriyanto Nugroho dari Arseto Solo ke Pelita Jaya

Indriyanto merupakan pemain bagian dari program Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Primavera 1996-1996. Dia merupakan penyerang yang pernah berlatih bersama klub Italia, Sampdoria.

Sepulang dari Italia, Indriyanto sempat berlatih bersama Diklat Arseto, timnya terdahulu. Namun, Arseto tak kunjung memberikan kontrak pada pemain kelahiran Sukuharjo, Jawa Tengah ini.

Foto/PSIS

Pelita Jaya pun melihat peluang tersebut. Mereka menawarkan Indriyanto untuk bermain bersama Pelita Jaya. Meski begitu Arseto Solo mengklaim Indriyanto adalah pemainnya.

konflik semakin panas, sehingga masalah dibawa ke Sekretariat PSSI. Pada pertemuan itu, manajemen Arseto dan Pelita Jaya akhirnya menemui kesepakatan.

Arseto mau melepas Indriyanto dengan nilai transfer sebesar Rp100.

Follow Berita Okezone di Google News

Makan Konate dari Arema FC ke Persebaya

Menjelang Liga 1 2020, Makan Konate membuat Aremania kesal. Pasalnya, dia memilih pindah dari Arema FC ke rival mereka, Persebaya Surabaya.

Cap pengkhiannat kemudian diberikan Aremania kepada pemain asal Mali tersebut. Meski begitu Konate menanggapinya dengan santai.

Foto/Arema FC

Konate memilih pindah karea Persebaya memiliki target juara pada musim ini. Selain itu, Konater dirumorkan mendapat gaji hingga Rp 4miliar dalam satu musim.

"Kurang lebih mencapai angka itu. Bagi kami, sudah di luar batas kewajaran terkait finansial klub. Tapi bagi dua klub Liga 1 lainnya, harga itu mungkin terjangkau," kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Evan Dimas dari Barito Putera ke Persija Jakarta

Evan Dimas merupakan pemain yang lahir dan besar di Surabaya. Ia dianggap bonek suatu saat akan bisa bermain bersama Persebaya.

Foto/Persija Jakarta

Namun, pada 2020, Evan memilih bergabung bersama Persija Jakarta. Hal itu membuat kecewa Bonek. Bahkan rumah orang tua Evan Dimas di Surabaya mendapat spanduk berisi kecaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini