Kronologi Manchester City Kena Hukuman UEFA hingga Diizinkan Tampil di Liga Champions 2020-2021

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 13 Juli 2020 17:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 13 45 2245735 kronologi-manchester-city-kena-hukuman-uefa-hingga-diizinkan-tampil-di-liga-champions-2020-2021-d979tgptXT.jpg Man City diizinkan tampil di Liga Champions 2020-2021. (Foto: @DeBruyneKev)

MANCHESTER – Kabar membahagiakan menimpa fans Manchester City hari ini. Badan Arbitrase Olahraga (CAS) mengumumkan telah mencabut hukuman yang dijatuhkan UEFA kepada Manchester City, yakni larangan tampil di kompetisi antarklub Eropa (Liga Champions dan Liga Eropa) selama dua musim (2020-2021 dan 2021-2022).

Sebelumnya pada 15 Februari 2020, UEFA menjatuhkan larangan tampil di kompetisi antarklub Eropa selama dua musim kepada Man City. Hukuman itu dijatuhkan karena Man City dinilai telah melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) yang diberlakukan UEFA.

Manchester City

Menurut laporan Der Spiegel, pada 5 November 2018, UEFA mencium gelagat yang aneh di kubu dalam Man City perihal kesepakatan kontrak dengan sponsor utama mereka, Etihad. Saat itu, UEFA menilai Man City telah menggelembungkan dana sponsor, sesuatu yang diharamkan UEFA.

Meski hanya mendapatkan 8 juta pounds (Rp145,5 miliar) dari Etihad, namun manajemen Man City melaporkan kepada UEFA bahwa mereka menerima 67,5 juta pounds (Rp1,22 triliun) dari maskapai asal Uni Emirat Arab tersebut. Kabarnya, uang 59,5 juta pounds (Rp1,08 triliun) sisanya ditalangi pemilik Man City, Sheikh Mansour, saat mereka memberi laporan kepada UEFA.

Hal itu dilakukan Man City agar mereka seakan-seakan menerima pemasukan yang besar dari Etihad. Dengan begitu, pendapatan mereka pun meningkat dan Man City terbebas dari ancaman Financial Fair Play.

Pada Maret 2019, UEFA melakukan penyelidikan terhadap Manchester City soal potensi pelanggaran tersebut. Pada 13 Mei 2019, Badan Pengawas Keuangan Klub Eropa (CFCB) menuntut Manchester City dijatuhi hukuman larangan tampil di Liga Champions setidaknya satu musim atas dugaan pelanggaran di atas.

BACA JUGA: Manchester City Lolos dari Hukuman UEFA, 3 Klub Liga Inggris Berebut 2 Slot Tersisa Liga Champions

Akan tetapi, Manchester City menyatakan keberatan terhadap hukuman tersebut. Hingga akhirnya pada Juni 2019, Manchester City mengajukan banding ke Badan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk menentang keputusan UEFA terkait hukuman larangan tampil di kompetisi antarklub Eropa selama satu musim.

Kemudian pada November 2019, Manchester City gagal meminta CAS untuk menghentikan penyelidikan UEFA. Akibatnya pada 12 Februari 2020, CAS menerbitkan dokumen yang menunjukkan Manchester City telah melakukan pelanggaran FFP. Selain dihukum larangan tampil di kompetisi antarklub Eropa selama dua musim, Man City juga dikenai denda 30 juta euro.

Manchester City

Akan tetapi, Man City tidak patah arang. Pada pertengahan Februari 2020 mereka menunjuk pengacara kenamaan asal Inggris, David Pannick, untuk melawan UEFA. Bahkan demi mengalahkan UEFA di sidang CAS yang dilakukan di Laussane, Swiss, Man City berani membayar David Pannick 20 ribu pounds atau sekira Rp363,3 juta per hari!

Uang besar yang dikeluarkan Man City pun tidak bertepuk sebelah tangan. Dalam banding yang dilakukan di sidang CAS pada 8-10 Juni 2020, nyatanya membuat puas kubu Man City.

Dalam keputusan yang diumumkan hari ini, Man City dinyatakan lepas dari hukuman UEFA. Selain itu, Man City cuma diminta membayar denda sebesar 10 juta euro atau sekira Rp163,4 miliar. Karena itu, perjuangan yang dilakukan manajemen Man City atas kasus di atas sangatlah luar biasa.

1
2
Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini