Terkait dengan banyaknya peluang terbuang, pelatih berkebangsaan Italia itu yakin anak asuhnya bisa lebih efektif dan efisien di mulut gawang. Stefano Pioli merasa kecewa karena timnya tidak menyadari betapa waktu sungguh sempit untuk mengejar defisit dua gol dengan membuang peluang.
“Ketika SPAL bermain dengan 10 orang, kami terlalu gegabah dan tidak menyadari hanya ada sedikit waktu untuk membalikkan keadaan. Kami tidak cukup tajam di mulut gawang, terlalu terburu-buru di sepertiga akhir. Itu pendekatan yang bagus, tetapi kami bisa lebih baik dalam hal teknik dan presisi,” pungkas pria kelahiran Parma itu.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.