Diserang Shin Tae-yong, Indra Sjafri Sindir Balik sang Pelatih

Ramdani Bur, Jurnalis · Sabtu 20 Juni 2020 14:49 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 20 51 2233476 diserang-shin-tae-yong-indra-sjafri-sindir-balik-sang-pelatih-PVDdRmS9sB.jpg Indra Sjafri dan Shin Tae-yong saat berdiskusi dengan pemusatan latihan Timnas Indonesia U-19. (Foto: PSSI)

JAKARTA – Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, menyindir balik manajer pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong, yang baru-baru ini menyerangnya saat diwawancarai salah satu media Korea Selatan, Naver Sport. Indra Sjafri blak-blakan menyebut Shin Tae-yong berlaku tidak sopan dengan mengikuti rapat zoom bersama petinggi PSSI sembari menyetir mobil.

Baru-baru ini, publik sepakbola Tanah Air dihebohkan dengan kicauan Shin Tae-yong saat diwawancarai salah satu media Korea Selatan. Selain menyebut PSSI telah memberikan target tidak realisitis kepadanya, pelatih 49 tahun itu menyindir Indra Sjafri yang melakukan tindakan indispliner.

Shin Tae-yong

(Shin Tae-yong saat memimpin sesi latihan Timnas Indonesia U-19)

Sekadar informasi, Shin Tae-yong kesal kepada Indra Sjafri yang tiba-tiba menghilang setelah Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 menjalani pemusatan latihan di Thailand (saat itu Indra Sjafri bertugas sebagai asisten pelatih Shin). Setelah menghilang, hal yang membuat kesal Shin Tae-yong adalah, Indra Sjafri justru diangkat sebagai Direktur Teknik PSSI, yang mana secara strata jabatannya lebih tinggi ketimbang manajer pelatih.

Namun, dalam pengakuan Indra Sjafri, sebenarnya ia tidak menghilang. Setibanya di Jakarta pada 1 Februari 2020 setelah mendampingi Timnas Indonesia U-19, ia sudah meminta izin kepada staf pelatih untuk datang ke resepsi pernikahan anak pelatih Madura United, Rahmad Darmawan.

Sebenarnya, Indra Sjafri ingin meminta izin langsung kepada Shin Tae-yong. Hanya saja, Shin Tae-yong tak kunjung keluar setelah menjalani proses pengecekan imigrasi di Bandara Soekarno-Hatta.

BACA JUGA: Klarifikasi Indra Sjafri: Apa yang Diucapkan Shin Tae-yong Bohong!

“Bagi orang dengan adat ketimuran seperti kita, datang ke acara seperti ini sangat penting sebagai bagian menghormati undangan dari kolega atau sahabat yang sudah dianggap sebagai kerabat,” kata Indra Sjafri mengutip dari laman resmi PSSI, Sabtu (20/6/2020).

Kemudian, Indra Sjafri tahu Shin Tae-yong marah kepadanya karena langsung pergi ke resepsi pernikahan anak Rahmad Darmawan setibanya di Jakarta. Indra Sjafri pun meminta maaf kepada Shin Tae-yong dengan meminta bantuan mantan kiper Persipura Jayapura, Yoo Jae Hoon, yang bertugas sebagai salah satu penerjemah bahasa pelatih 49 tahun. Namun, hasilnya tak optimal, mengingat Shin Tae-yong tetap marah kepada Indra Sjafri.

Shin Tae-yong

“Saya meminta maaf langsung kepada Shin atas kejadian itu, yang diterjemahkan oleh Yoo Jae Hoon, mantan kiper Persipura yang menjadi salah satu ahli bahasanya,” lanjut Indra.

Setelah mengklarifikasi hal di atas, Indra Sjafri menyerang balik Shin Tae-yong. Dalam pandangannya, Shin Tae-yong kerap berlaku seenaknya saja, termasuk saat mengikuti zoom meeting dengan petinggi PSSI pada Kamis 11 Juni 2020. Saat itu, berbeda dengan petinggi PSSI yang bersiap mengikuti rapat zoom dengan berada di ruangan masing-masing, Shin Tae-yong justru menghadiri rapat sambil mengemudikan mobil.

“Kita ini tadinya menghormati Shin, tapi lama-lama yang bersangkutan bersikap seenaknya sendiri. Dalam rapat yang dibuka oleh Ketua Umum PSSI, Shin tampak seenaknya rapat sembari mengemudikan mobil, menggunakan ponsel kencil. Sementara para pengurus PSSI mengikuti rapat dengan serius di tempat duduk masing-masing,” ujar Indra.

Ketua Satuan Tugas Timnas Indonesia, Syarief Bastaman, pun memberi ultimatum kepada Shin Tae-yong. Ia menyebut ada kemungkinan PSSI memecat Shin Tae-yong yang sejak awal April 2020 memutuskan pulang ke Korea Selatan. Padahal, Timnas Indonesia yang disupervisi langsung olehnya yakni senior, U-23 dan U-19 butuh mendapat arahan langsung dari pelatih Timnas Korea Selatan di Piala Dunia 2018 tersebut.

“Kami minta pekan depan (untuk balik ke Indonesia). Kami lihat pekan depan dia datang atau tidak. Jika tidak harus kami evaluasi. Mungkin dipecat. Sejago apa pun dia, namanya Ferguson, jago, sudah terikat kontrak kalau dia tak datang, tak mau melatih. Ini bangsa besar bung. Ini saja datang duduk, lalu sepakati program seperti apa,” kata Syarief.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini