Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Shin Tae-yong Kesal dengan Sikap PSSI

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Kamis, 18 Juni 2020 |17:10 WIB
Shin Tae-yong Kesal dengan Sikap PSSI
Shin Tae-yong. (Foto/Wikimedia Commons)
A
A
A

SEOUL – Manajer pelatih tim nasional (Timnas) Indonesia, Shin Tae-yong, meluapkan kekesalannya karena menilai federasi sepakbola Indonesia (PSSI) tidak kooperatif untuk mengembangkan persepakbolaan Tanah Air. Ia juga mempertanyakan pengunduran diri Ratu Tisha dari posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI.

Shin Tae-yong menandatangani kontrak selama empat tahun pada 28 Desember 2019. Sejak Januari 2020, ia bertanggung jawab untuk Timnas Senior, Timnas U-23 dan Timnas U-19. Ia sudah memiliki program untuk memajukan sepakbola Indonesia. bahkan ide-idenya tersebut sudah mendapat lampu hijau dari Ketua Umum PSSI Mochamad Iriwan.

Foto/PSSI

Namun, di tengah perjalanan, apa yang diharapkan pelatih berusia 49 tahun itu tidak sesuai rencana.

“Ketua PSSI awalnya saat diwawancarai media lokal mendukung penuh semua program saya. Saya melakukan semua program saya, selangkah demi selangkah. Kami melakukannya bersama. Awalnya, saya melakukan semuanya seperti itu, dan kemudian sikap saya berubah,” kata Shin mengutip media Korea Selatan, naver Sports, Kamis (18/6/2020).

Ia tidak mau merinci alasan sikapnya berubah. Namun, ia meminta kepada PSSI untuk lebih fokus membahas sepakbola daripada mengurusi masalah jabatan di PSSI. Pasalnya, Shin Tae-yong merasa bingung dengan mundurnya Ratu Tisha, yang dianggapnya sangat populer di Indonesia.

“Pejabat dan kebijakan PSSI sering berubah. Sekretaris jenderal Tisha (wanita), yang populer di kalangan penggemar karena kemampuannya, tiba-tiba dipecat pada bulan April (2020),” kata Shin Tae-yong.

Sikap PSSI lainnya yang membuat Shin Tae-yong kesal, yakni jabatan Indra Sjafri yang menjadi direktur teknis pada Feburari 2020. Iamenggantikan posisi sebelumnya yang dijabat Danurwindo. Sebelumnya, Indra Sjafri menjabat pelatih Timnas Indonesia U-23.

“PSSI memilih pelatih lokal, saya terima saja. Namun, setelah latihan di Thailand, pelatih lokal tersebut pulang tanpa izin. Keesokan harinya, saya akan menerima permintaan maafnya jika dia mengaku salah. Tapi, sikapnya sepeti tidak terjadi apa-apa,” tutur Shin.

“Ketua PSSI, seorang purnawirawan polisi berpangkat tinggi kemudian menghubungi saya. Dua bulan kemudian, pelatih yang meninggalkan latihan tersbeut menjadi direktur teknik PSSI, ” lanjut dia.

(Ramdani Bur)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement