Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pelatih Persebaya Tak Yakin Liga 1 Bisa Dilanjutkan di Pulau Jawa

Admiraldy Eka Saputra , Jurnalis-Minggu, 07 Juni 2020 |01:30 WIB
Pelatih Persebaya Tak Yakin Liga 1 Bisa Dilanjutkan di Pulau Jawa
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso (Foto: Persebaya Surabaya)
A
A
A

SURABAYA – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, mempertanyakan alasan pihak penyelenggara untuk melajutkan kompetisi Liga 1 di Pulau Jawa. Padahal, Pulau Jawa sendiri merupakan daerah dengan jumlah korban virus corona paling banyak saat ini.

Berdasarkan data terakhir dari Gugus Tugas COVID-19, kasus posistif di Pulau Jawa mencapai 18.912 atau lebih dari setengah kasus di Indonesia yakni 30.514.

Menilik pada data tersebut, Aji pun mempertanyakan kemungkinan kelanjutan kompetisi yang akan berlanjut di daerah yang masuk zona berbahaya.

Baca juga: Daftar 11 Klub yang Ingin Liga 1 2020 Dihentikan dan Diganti Format Baru

“Dipusatkan di Jawa? Sekarang di Surabaya zona hitam, terus bagaimana itu? Kira-kira diizinkan enggak bermain di GBT (Gelora Bung Tomo)?” ujar Aji, seperti dilansir dari laman Goal International, Minggu (7/6/2020).

“Misal corona belum tuntas dan kompetisi diputar, kemudian di tengah kompetisi ada pemain yang terkena virus corona, siapa yang bertanggung jawab?. Di saat seperti ini, yang setiap hari masih ada yang meninggal karena corona, kesehatan dan keselamatan lebih penting dari sepakbola,” lanjutnya.

Seperti diketahui, sebelumnya klub-klub Liga 1 dan Liga 2 melakukan rapat secara virtual untuk membahas mengenai kelanjutan kompetisi musim ini. Salah satu opsi dari rapat tersebut adalah melanjutkan pertandingan di Pulau Jawa.

(Ramdani Bur)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement