George Floyd Dibunuh, Chiellini Serukan Perlawanan terhadap Rasisme

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Selasa 02 Juni 2020 08:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 06 02 47 2223051 george-floyd-dibunuh-chiellini-serukan-perlawanan-terhadap-rasisme-6UyxhARTEs.jpg Giorgio Chiellini berlatih di Continassa (Foto: Juventus)

TURIN – Kapten Juventus, Giorgio Chiellini, angkat bicara mengenai kasus diskriminasi yang menimpa mendiang George Floyd di Amerika Serikat (AS). Pria berkebangsaan Italia itu menegaskan bahwa nyawa manusia berkulit hitam sangat berharga.

Seperti dikabarkan, George Floyd tewas setelah menerima perlakuan kasar dari polisi di AS. Lehernya ditindih dengan lutut oleh perwira polisi bernama Derek Chauvin hingga kesulitan bernafas. Kematian pria berusia 46 tahun itu memicu gelombang protes di seantero Negeri Paman Sam.

Baca juga: Marcus Thuram Tidak Pantas Dihukum untuk Selebrasi Berlutut

Dukungan untuk George Floyd

Kasus rasisme itu turut mencuri perhatian para pelaku sepakbola. Sejumlah pemain di Liga Jerman menyuarakan pesan dukungan mereka kepada masyarakat kulit hitam di AS. Jadon Sancho, Achraf Hakimi, dan Weston McKennie bahkan meminta agar proses hukum berlangsung secara adil.

Sebagai kapten salah satu klub besar di Eropa, Giorgio Chiellini ikut bersuara. Lelaki berusia 35 tahun itu mengaku bingung bagaimana harus menjelaskan apa yang terjadi di dunia hari ini kepada putrinya. Ia menegaskan, nyawa semua orang di dunia sangat berharga, termasuk warga kulit hitam.

“Bagaimana saya bisa menjelaskan kepada anak-anak apa yang terjadi? Kalimat apa yang bisa saya ucapkan pada mereka? Sejujurnya, tidak ada. Hanya satu pertanyaan, sekuat nyawa George Floyd yang diambil begitu saja: Mengapa? Bagaimana ini bisa terjadi? Mengapa sejarah selalu berulang?” ujar Giorgio Chiellini, disitat dari Football Italia, Selasa (2/6/2020).

“Saya sudah membaca tagar #BlackLivesMatter . Tidak seharusnya itu ditulis karena nyawa semua orang berharga. Semua manusia. Namun, mengulang tulisan itu akan membantu, jika masih belum jelas untuk seseorang: nyawa manusia berkulit hitam berharga. Sekarang, dan selamanya,” pungkas pria kelahiran Pisa itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini