Jika kembali tersingkir, otomatis dahaga Juventus akan trofi Liga Champions semakin panjang. Terakhir kali si Nyonya Tua menjadi yang terbaik di Liga Champions ialah pada 1995-1996, tepatnya saat mereka mengalahkan Ajax Amsterdam via adu penalti.
“Juventus masih jauh dari apa yang saya lihat sebelumnya. Mereka berjuang keras di Liga Italia dan hanya unggul satu poin dari Lazio. Juventus memiliki risiko besar di Liga Italia, begitu juga di Liga Champions. Mereka harus bangkit, meski saya tidak menyukai pendekatan permainan yang diterapkan Sarri,” kata Di Livio yang membawa Juventus juara Liga Champions 1995-1996, mengutip dari Sportskeeda, Kamis (28/5/2020).
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.