MANCHESTER – Bek sekaligus kapten Manchester United, Harry Maguire, yakin sudah cukup berpengalaman untuk mengatasi tekanan di klub besar. Sebab, dirinya sudah pernah melewati fase-fase sulit bersama klub-klub sebelumnya. Ia justru menikmati tekanan bermain di sebuah klub besar.
Harry Maguire tiba di Man United pada musim panas 2019 dari Leicester City. Setan Merah mesti menebusnya dengan harga 80 juta poundsterling (setara Rp1,47 triliun). Banderol tersebut menjadikannya sebagai bek termahal di dunia.

Baca juga: Diprotes Tetangga, Area Bermain di Rumah Sergio Romero Dibongkar
Tekanan langsung dirasakan Harry Maguire sebagai bek termahal sejagat. Namun, pemain berusia 26 tahun itu berhasil mengatasi segala tekanan yang menghampiri. Ia sadar bahwa tekanan akan selalu ada, apalagi dengan status sebagai kapten dan juga harga transfernya.
“Ketika bergabung dengan Man United, saya sudah berusia 26 tahun. Saya merasa sebagai pemain yang berpengalaman. Saya sudah melewati banyak hal selama berkarier, promosi, degradasi, bermain di bawah manajer berbeda, dan manajer yang dipecat. Saya sudah belajar banyak dari sana,” tutur Harry Maguire, dilansir dari laman resmi Man United, Selasa (12/5/2020).
“Tentu saja ada tekanan, terutama agar bermain bagus di setiap pertandingan. Saya senang merasakan tekanan. Semakin besar pertandingannya, semakin terasa tekanannya. Karena itu, saya bergabung dengan klub ini,” imbuh eks pemain Sheffield United tersebut.
Keberadaan Harry Maguire dinilai sangat vital di lini belakang Man United. Sebab, anak buah Ole Gunnar Solskjaer berhasil menciptakan rekor 21 cleansheet sepanjang musim 2019-2020 di semua kompetisi. Catatan tersebut hanya kalah dari Paris Saint-Germain (PSG) yang mampu menjaga gawangnya tidak kebobolan dalam 24 kesempatan.
(Ramdani Bur)