5 Duet Fullback Paling Fenomenal, Nomor 2 Bawa AC Milan Dominasi Eropa

Andika Pratama, Jurnalis · Rabu 06 Mei 2020 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 05 06 51 2210246 5-duet-fullback-paling-fenomenal-nomor-2-bawa-ac-milan-dominasi-eropa-kS5V6SkmVr.jpg Paolo Maldini (Foto: AFP)

STRATEGI sepakbola berkembang seiring berjalannya waktu. Setiap pemain memiliki perannya masing-masing saat dimainkan di posisi tertentu. Ambil contoh, pemain yang menempati posisi fullback. Peran Fullback dulu hanya bertahan, tetapi sekarang juga membantu serangan.

Peran fullback berubah mengikuti perkembangan strategi dan juru taktiknya. Sampai sekarang, telah banyak dikenal fullback dengan kualitas luar biasa, yang bersinar pada eranya masing-masing. Berikut lima pasangan fullback yang paling fenomenal, menyadur dari Sportskeeda, Rabu (6/5/2020).

5. Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson (Liverpool)

Andrew Robertson dan Trent Alexander-Arnold (Foto: Sportskeeda)

Liverpool memiliki duet fullback yang luar biasa dalam diri Trent Alexander-Arnold dan Andrew Robertson. Kedua pemain Liverpool itu mulai bermain bersama sejak Robertson dibeli dari Hull City pada bursa transfer musim panas 2017. Sejak itu, Liverpool mampu menerjemahkan strategi yang ingin diterapkan Jurgen Klopp dengan sempurna.

Liverpool memainkan sepakbola menyerang dengan tekanan tinggi. Semua pemain Liverpool terlibat saat menyerang, termasuk kedua fullback mereka. Trent dan Robertson yang memiliki akurasi umpan yang luar biasa. Mereka bisa mengirimkan umpan jarak jauh vertikal dan horizontal, untuk membongkar pertahanan lawan. Hal itu membuat serangan Liverpool sulit diantisipasi. Sejak Trent dan Robertson bermain bersama, Liverpool telah meraih tiga trofi bergengsi, satu di antaranya gelar juara Liga Champions 2018-2019.

4. Gary Neville dan Denis Irwin (Manchester United)

Gary Neville dan Denis Irwin (Foto: Sportskeeda)

Gary Neville dan Denis Irwin adalah salah satu fullback terbaik yang pernah dimiliki Manchester United pada era 1990-an. Kedua pemain itu membuat Man United solid saat bertahan dan juga cepat ketika membangun serangan. Neville dan Irwin memberi dorongan, untuk mempercepat transisi dari bertahan ke menyerang dari sisi lapangan.

Bersama Neville dan Irwin, Man United meraih banyak trofi bergengsi, di antaranya tujuh gelar juara Liga Inggris. Akan tetapi, yang akan selalu dikenang adalah keberhasilan Man United meraih treble winners ketika menjuarai Liga Inggris, Liga Champions dan Piala FA pada musim 1998-1999.

3. Marcelo Vieira dan Dani Carvajal (Real Madrid)

Marcelo Vieira dan Dani Carvajal (Foto: Sportskeeda)

Real Madrid memiliki duet fullback yang juga luar biasa dalam diri Marcelo Vieira dan Dani Carvajal. Kedua pemain itu baru bermain bersama, saat Carvajal direkrut Madrid dari Bayer Leverkusen pada bursa transfer musim panas 2013. Sejak itu, Los Blancos –julukan Madrid– punya duet fullback yang tidak hanya kukuh saat bertahan, tetapi juga agresif ketika menyerang.

Baik Marcelo dan Carvajal memiliki kemampuan yang cukup baik dalam mengirim umpan, dan juga lihai dalam situasi satu lawan satu. Sejak Marcelo dan Carvajal tampil bersama, Madrid telah meraih 15 trofi bergengsi, yang empat di antaranya adalah gelar juara Liga Champions.

2. Paolo Maldini dan Mauro Tassotti (AC Milan)

Paolo Maldini dan Mauro Tassotti (Foto: Sportskeeda)

Pada medio 1987-1995, AC Milan mendominasi kompetisi Eropa. Pada waktu itu, Milan memiliki dua fullback yang luar biasa tangguh yakni Paolo Maldini dan Mauro Tassotti. Tassotti didatangkan Milan dari Lazio pada musim 1980-1981. Tassotti mulai bermain bersama Maldini pada musim 1984-1985. Pada musim itu, Maldini baru promosi ke tim utama Milan.

Sejak itu, Milan memiliki lini pertahanan yang sangat menakutkan. Maldini dan Tassotti menjaga kedua sisi pertahanan Milan, sedangkan di tengah ada duet Franco Baresi serta Alessandro Costacurta. Mayoritas serangan lawan tidak dapat menembus pertahanan Milan. Para penyerang akan dihentikan Baresi dan Costacurta, sedangkan Maldini serta Tassotti menjebak tim lawan dengan strategi offside.

Kepiawaian Maldini dan Tassotti membuahkan 17 trofi untuk Milan, dalam delapan tahun kerja sama mereka. Di antara 17 trofi itu, mencakup lima gelar juara Liga Italia dan tiga gelar juara Liga Champions. Milan pada medio 1987-1995 memiliki pertahanan paling menakutkan di dunia.

1. Cafu dan Roberto Carlos (Timnas Brasil)

Roberto Carlos dan Cafu (Foto: Sportskeeda)

Sulit untuk tidak memasukkan nama Cafu dan Roberto Carlos dalam daftar ini. Kedua pemain itu adalah fullback yang luar biasa. Akan tetapi, kedua pemain itu tidak pernah bermain di tim yang sama. Cafu meraih ketenaran di Italia bersama AS Roma dan AC Milan. Sementara itu, Carlos melejit bersama Madrid.

Cafu dan Carlos justru bekerja sama di Tim Nasional (Timnas) Brasil. Kombinasi kedua pemain hebat itu membuat Timnas Brasil memiliki pertahanan dan penyerangan yang sama baiknya. Kombinasi kedua pemain itu membuahkan empat trofi untuk Timnas Brasil. Salah satunya adalah trofi Piala Dunia 2002.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini