MALANG - Laga seru dan ketat tersaji sejak awal antara Arema FC vs Persib Bandung di pekan kedua Liga 1 2020 yang berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Minggu 8 Maret 2020 sore WIB. Di pertandingan tersebut, tim tuan rumah Arema FC harus mengakui keunggulan Persib dengan skor 1-2. Di balik kekalahan dramatis Arema FC, ada sejumlah fakta-fakta menarik yang berhasil dirangkum Okezone.
1. Kick off Laga Maju Lebih Awal
Laga bertensi tinggi dengan bumbu rivalitas kedua kesebelasan membuat faktor keamanan menjadi hal yang penting. Karena itu, pihak keamanan tak mengizinkan pertandingan digelar pada Minggu 8 Maret 2020 pukul 18.30 WIB, sebagaimana jadwal dari operator kompetisi. Hal ini membuat rekomendasi kick-off dari aparat keamanan dimajukan menjadi pukul 15.30 WIB.
2. Sebanyak 1.407 Personel Gabungan Dikerahkan
Ketatnya laga membuat polisi tak mau ambil risiko. Sebanyak 1.407 personel gabungan dari sejumlah instansi dikerahkan untuk mengamankan laga super bigmatch tersebut.
"Untuk mengamankan laga Arema lawan Persib kita kerahkan 1.407 personel gabungan, termasuk dari sejumlah jajaran Polres lainnya," ungkap Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Usai Menang 2-1 atas Arema FC, Teja: Semoga Hasil Positif Terus Diraih Persib

Setidaknya ada beberapa instansi lainnya yang berkoordinasi dengan Polres Malang untuk membantu pengamanan laga, mulai dari Polres Malang Kota, Polres Blitar, Polres Blitar Kota, Brimob Polda Jawa Timur, Satpol PP, hingga pihak keamanan dari Aremania sendiri.
Pemeriksaan ketat pun diberlakukan di seluruh pintu masuk stadion, satu per satu barang bawaan penonton diperiksa. Benda-benda seperti flare, bom smoke, atau botol air mineral menjadi salah satu barang yang dicari Panpel untuk diamankan.
3. Skuad Persib Naik Barracuda
Rivalitas yang tinggi membuat pihak Panpel memberikan jaminan keamanan berupa akses kendaraan taktis (rantis) sejumlah tiga unit. Rantis barracuda milik Polda Jawa Timur ini dikerahkan guna mengangkut para pemain Persib saat dari hotel tempat menginap menuju Stadion Kanjuruhan, maupun saat pulang kembali ke hotel. Satu kendaraan barracuda dapat memuat sekira sepuluh orang.
"Rantis memang disiapkan untuk membawa tim Persib datang dan meninggalkan Kanjuruhan. Ini sesuai SOP pengamanan," ujar Kapolres Malang AKBP Hendri Umar, pada Minggu 8 Maret 2020.
4. Kontak Fisik Berbuah 3 Penalti dan 8 Kartu Kuning
Ketatnya laga kedua tim sudah dimulai sejak menit-menit awal pertandingan, Arema FC yang bertindak sebagai tuan rumah langsung mengambil inisiatif menyerang di 15 menit pertama. Strategi pressing tinggi yang diterapkan kedua tim tak ayal membuat benturan-benturan dan kontak fisik sering terjadi. Kontak fisik yang terjadi menghasilkan delapan kartu kuning yang dikeluarkan wasit Aprisman Aranda.

(Wander Luiz bobol gawang Arema FC via eksekusi penalti. Foto: Persib.co.id)
Tak hanya kartu kuning saja, wasit juga memberikan tiga penalti, dua penalti bagi Persib dan satu penalti bagi Arema FC. Beruntung satu penalti yang dieksekusi penyerang Persib Geoffrey Castillon di menit 20, berhasil dimentahkan Teguh Amiruddin. Pelatih Persib Robert Rene Alberts menilai wasit sudah memimpin dan mengontrol pertandingan dengan baik.
"Ada tiga penalti, tapi memang itu murni penalti. Saya kira wasit mampu mengontrol pertandingan dengan baik, terbukti dia berani memberikan tiga penalti," ungkap Rene Albert.
Sedangkan pelatih Arema FC Mario Gomez mengatakan delapan kartu kuning yang terjadi memang cukup wajar mengingat sepanjang pertandingan kedua tim menerapkan pressing tingkat tinggi.
"Yang penalti pertama kurang tahu, karena posisinya jauh. Soal kartu kuning wajar dengan intensitas tinggi, kalau kedua penalti iya itu wajar. Tapi bukan soal penaltinya, terpenting meningkatkan opsi formasi dan kualitas pemain di laga selanjutnya," papar pria asal Argentina itu.
5. Persib Manfaatkan Keunggulan Fisik Pemain
Pemain Persib sedikit memanfaatkan keunggulan fisik pemain dengan melakukan permainan direct ball beberapa kali. Bola dari lini belakang dan tengah diangkat langsung menuju kedua penyerang yang memiliki tubuh tinggi dan kemampuan berduel udara.
Tak hanya itu postur tubuh yang lebih kekar yang dimiliki Victor Igbonefo, Nick Kuipers, Omid Nazari, hingga Geoffrey Castillon membuat pemain Persib kerap kali memenangi perebutan bola.
Sementara bagi Arema FC, mencoba memanfaatkan keunggulan kecepatan yang dimiliki oleh sejumlah pemainnya. Beberapa kali bagaimana Feby Eka Putra, Dendi Santoso, Elias Alderete, hingga Kushedya Yudo sampai harus dilanggar pemain Persib karena terlalu 'cepat'.
6. Pemain Asing Arema FC Tak Banyak Menolong
Dari empat pemain asing yang dimiliki Arema FC, hanya Oh-Inkyun yang cukup memberikan penampilan menawan. Beberapa kali Inkyun yang melawan mantan klubnya, berhasil memenangi duel di lini tengah.
Sementara trio pemain latin, Elias Alderete, Jonathan Baumann, dan Matias Malvino, tak banyak membantu tim Arema FC. Malvino bahkan sempat melanggar Geoffrey Castillon di kotak penalti pada menit 20 yang berbuah hadiah penalti, beruntung Castillon gagal menunaikan tugasnya.
Bagi Alderete, meskipun ia mencetak gol melalui titik penalti, tak banyak yang bisa ia lakukan untuk menembus pertahanan Pangeran Biru yang dikomandoi Nick Kuipers dan Victor Igbonefo. Hal itu membuat pemain asal Argentina ini tak bisa berbuat banyak.
Jonathan Baumann yang masuk menit 78 menggantikan Elias Alderete juga tak banyak membantu memecah kebuntuan Singo Edan. Mario Gomez berkilah kondisi pemain asingnya belum 100 persen nyetel dengan tim.
"Mereka secara keseluruhan belum 100 persen kondisinya tapi secara keseluruhan bermain bagus ada berbagai opsi strategi yang bisa dimainkan," tutur eks asisten Hector Cuper itu.
7. Lemparan ke Bench Persib dan Panjat Pagar
Sepanjang laga penonton tak henti-hentinya memberikan teror kepada Persib. Puncaknya ketika laga akan berakhir dengan kemenangan bagi tim tamu, sejumlah oknum suporter melakukan lemparan ke arah bench Persib.
Untuk menghindari lemparan tersebut, kubu Persib sempat ditahan aparat keamanan di lapangan sesaat setelah laga usai.
Skuad Persib baru masuk ruang ganti beriringan dengan pemain Arema FC dengan kawalan ketat pasukan Brimob yang menggunakan tameng. Di sinilah sejumlah lemparan terjadi, kantong plastik, botol, hingga sandal jepit dilemparkan ke arah pemain Persib.
Sebelumnya, sejumlah oknum Aremania juga telah memanjat pagar stadion dan berusaha masuk ke lapangan seusai laga. Beruntung tindakan ini berhasil dicegah aparat keamanan yang mengerahkan beberapa anjing pelacak dari tim unit satwa.
8. Tambah Rekor Indah Bersua 'Mantan'
Kemenangan Persib atas tuan rumah Arema FC menambah catatan kemenangan di statistik pertemuan kedua tim tersebut.
Sebagai catatan kedua tim telah bersua sebanyak 25 kali. Dari 25 kali tersebut, Persib Bandung berhasil meraih 11 kali kemenangan atas Arema FC, sedangkan Arema FC hanya meraih enam kali kemenangan.Menanggapi hal ini, Rene Albert mengaku senang dan berujar bahwa tuah Stadion Kanjuruhan masih berpihak kepadanya. Sejak Rene Albert 2017 menukangi PSM dan berlabuh ke Persib di 2018, Rene Albert hanya sekali kalah saat timnya berhadapan dengan Arema FC di Stadion Kanjuruhan.
"Saya punya catatan bagus di Kanjuruhan. Ini buat saya senang dan itu yang kami harapkan. Tapi inilah sepakbola tugas saya melatih Persib, tapi memori di Malang cukup bisa dikenang," ungkap Rene Alberts.
Sebagai informasi Rene Alberts yang kembali ke Indonesia saat membesut PSM di Stadion Kanjuruhan pada Oktober 2017, membawa sang tim menahan Arema FC 3-3. Sejak saat itu mantan pelatih Arema ini hanya kalah sekali pada 30 Juli 2019 di mana saat itu Maung Bandung ditaklukkan 1-5 oleh Arema FC.
(Fetra Hariandja)