Sebelum Jadi Mimpi Buruk Liverpool, Ismaila Sarr Sempat Tolak Barcelona

Ezha Herdanu, Jurnalis · Jum'at 06 Maret 2020 08:10 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 06 51 2178936 sebelum-jadi-mimpi-buruk-liverpool-ismaila-sarr-sempat-tolak-barcelona-dOp6b2Wp6v.jpg Ismaila Sarr (Foto: premierleague.com)

WATFORD – Nama Ismaila Sarr mungkin bakal jadi nama yang membuat para penggemar Liverpool merasa kesal. Sebab karena aksinyalah, Liverpudlian –sebutan pendukung Liverpool– harus mengubur dalam-dalam melihat tim kesayangannya melalui Liga Inggris musim 2019-2020 tanpa terkalahkan.

Sebagaimana diketahui, Liverpool memang sempat melalui rentetan pertandingan di Liga Inggris 2019-2020 dengan performa luar biasa. Mereka berhasil melalui 27 laga tanpa terkalahkan atau tepanya dengan catatan 26 menang serta sekali imbang.

Ismaila Sarr

Akan tetapi rentetan kemenangan Liverpool berakhir pada akhir pekan kemarin. Bertandang ke markas Watford, skuad The Reds –julukan Liverpool– harus rela menyudahi pertandingan tersebut dengan kekalahan 0-3. Di laga tersebut, Sarr memang berhasil jadi bintang melalui catatan brace-nya.

Baca Juga: Wes Brown Nilai Liverpool Belum Bisa Dibandingkan dengan Man United 1998-1999

Sebelum akhirnya berhasil menjadi mimpi buruk Liverpool, Sarr ternyata hampir saja menjadi bagian dalam skuad klub raksasa Liga Spanyol, yakni Barcelona. Namun Sarr memutuskan untuk menolak tawaran Barca, dan memilih Stade Rennes sebagai klub barunya.

“Ketika saya pindah ke Rennes pada 2017, itu merupakan transfer menit terakhir. Memang benar bahwa saya memilih Rennes daripada Barcelona dan saya membuat keputusan ini karena saya tidak ingin pergi ke Barcelona untuk hanya duduk di bangku cadangan atau bermain di level B,” ungkap Sarr, seperti disadur dari Metro, Jumat (6/3/2020).

Baca Juga: Eks Pemain Liverpool Sebut Atletico Akan Amat Menderita di Anfield

“Saya ingin bermain. Saya benar-benar ingin bermain dan itulah sebabnya saya memilih untuk pergi ke Rennes. Saya mendengar banyak hal baik tentang tempat itu. Saya tidak kenal siapa pun di sana sebelum bergabung. Bagi saya tidak masalah bahwa klub itu ada di Prancis, yang saya pedulikan hanyalah bermain,” lanjutnya.

“Kami mengalami musim yang baik ketika saya pergi ke Rennes. Kami finis kelima di musim pertama dan kami finis lebih rendah di liga musim kedua, tetapi kami memenangkan Piala Prancis, jadi kami sangat senang karena kami lolos ke Liga Eropa,” tutup pemain berpaspor Senegal itu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini