nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemenpora RI Tuntut Pemerintah Malaysia Minta Maaf

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Jum'at 22 November 2019 21:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 11 22 51 2133409 kemenpora-ri-tuntut-pemerintah-malaysia-minta-maaf-STY0kE8Prm.jpg Ilustrasi suporter tandang Timnas Indonesia (Foto: AFF Suzuki Cup)

JAKARTA – Insiden penganiayaan terhadap suporter asal Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Selasa 19 November 2019 berbuntut panjang. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI resmi mengajukan nota protes kepada Pemerintah Malaysia.

Dalam surat yang ditujukan kepada Kemenpora Malaysia, disebutkan bahwa konflik antarsuporter terjadi pada sebelum dan sesudah pertandingan. Kemenpora RI mengaku kecewa dan mengutuk keras insiden itu karena tidak sesuai dengan hasil pertemuan pada September 2019.

Suporter Timnas Indonesia

Baca juga: PSSI Sudah Laporkan Insiden Pemukulan Suporter Timnas Indonesia di Malaysia

Melalui surat bernomor 11.22.12/SET/XI/2019, Kemenpora RI secara resmi mengajukan protes dan permintaan maaf langsung dari Menpora Malaysia, Syed Saddiq. Pemerintah RI juga meminta agar otoritas setempat melakukan proses hukum yang sesuai.

“Meminta dengan sangat kepada Pemerintah Malaysia untuk melakukan proses hukum atas terjadinya penganiayaan yang dilakukan oleh oknum suporter Malaysia terhadap suporter Indonesia secara prosedural, obyektif, dan transparan,” bunyi pernyataan Kemenpora RI dalam surat tersebut, sebagaimana yang diterima Okezone, Jumat (22/11/2019).

“Pemerintah Malaysia untuk menyampaikan permohonan maaf secepatnya kepada Pemerintah RI karena ketika insiden hampir serupa terjadi di Stadion GBK pada 5 September 2019, maka langsung besok paginya Menpora RI menyampaikan permohonan maaf,” imbuh pernyataan tersebut.

Syed Saddiq sempat jadi korban kericuhan di GBK (Foto: New Straits Times)

Seperti diketahui, Menpora RI saat itu, Imam Nahrawi, langsung meminta maaf kepada Syed Saddiq sehari setelah insiden terjadi karena yang bersangkutan turut menjadi korban di GBK. Kemenpora RI berharap, insiden tersebut tidak merembet kepada dampak sosial dan politik karena berpotensi mengganggu hubungan diplomatik kedua negara bertetangga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini