Dipilihnya Bryne FK karena klub tersebut juga merupakan tim di mana ayahnya Haaland memulai karier sebagai pesepakbola. Jadi, walaupun Haaland lahir di Leeds, Inggris, namun ia memilih klub asal Norwegia tersebut untuk memulai karier sepakbolanya.

Selama memulai kariernya di Bryne FK, Haaland memperlihatkan tekadnya untuk bisa terus berkembang. Ia mungkin menjadi salah satu pemain yang paling gigih di usianya kala itu. Karena melihat usaha dan bakatnya itu, Haaland yang baru berusia 15 tahun langsung masuk ke dalam skuad utama Bryne FK pada 2015.
Dua tahun bermain di tim senior Bryne FK membuat salah satu tim papan atas Norwegia, Molde FK, tertarik untuk mendapatkan tanda tangan pemain berjuluk The Manchild tersebut. Molde yang saat itu masih ditangani pelatih Manchester United yang sekarang, yakni Ole Gunnar Solskjaer, pun akhirnya mendapatkan Haaland di bursa transfer musim dingin 2017.
Di Molde, lagi-lagi Haaland memperlihatkan kehebatannya. Selama dua tahun membela klub tersebut, Haaland tercatat mengoleksi 20 gol dan enam assist dari 50 pertandingannya di Molde. Berkat apiknya performa Haaland itu, ia pun akhirnya pindah lagi ke tim yang lebih besar, yaitu Red Bull Salzburg pada pertengahan 2018-2019 atau di musim dingin 2019 ketika dirinya masih berusia 18 tahun.
Menariknya, sebelum memutuskan untuk bergabung dengan Salzburg, ternyata Haaland sudah didekati oleh Juventus dan juga Bayer Leverkusen. Tetapi, dengan berbagai pertimbangan akhirnya Haaland justru bergabung dengan klub besar asal Austria, Salzburg itu.