SOFIA – Kapten Tim Nasional (Timnas) Bulgaria, Ivelin Popov, merasa malu dengan insiden rasisme yang merusak laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 saat timnya menghadapi Inggris. Bintang FC Rostov itu mengaku sempat berbicara kepada pendukung untuk berhenti melakukan pelecehan rasis dalam upaya pencegahan dari tindakan lebih lanjut.
Pada laga tersebut, Inggris berhasil mempermalukan Bulgaria dengan skor 6-0. Tetapi laga tersebut juga harus dinodai dengan sorakan pendukung tuan rumah yang melakukan penghormatan Nazi dan nyanyian monyet kepada Inggris.

UEFA kemudian membuka proses disipliner melawan Bulgaria menyusul insiden tersebut. Banyak pihak dari negara Bulgaria sendiri yang menyayangkan aksi tersebut. Tak terkecuali Popov yang juga ikut mengecam tindakan pendukungnya sendiri.
Baca juga Nyaris Bungkam Spanyol, Pelatih Swedia Alami Perasaan Campur Aduk
“Penting bahwa saya berbicara seperti ini karena ini adalah masalah yang sangat besar bagi semua orang, untuk federasi kami, untuk Inggris,” ungkap Popov, mengutip dari Goal, Rabu (16/10/2019).
“Kami akan mendapat hukuman besar dan ini tidak baik untuk sepakbola Bulgaria karena jika beberapa pemain lain ingin datang ke sini, mereka mendengar apa yang dikatakan dan bagaimana mereka berbicara buruk, maka ini tidak baik untuk semua orang,” tambahnya.

“Tentu saja saya merasa malu. Saya tidak ingin seperti ini, itu tidak baik untuk kita, federasi dan negara kami. Bagaimana perasaan saya? Saya tidak merasa senang karena kami tidak bermain bagus, kami kalah 0-6, dan apa yang terjadi sangat buruk,” pungkasnya.
(Bagas Abdiel)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.