nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Fellaini Kritik Man United yang Gemar Gonta-Ganti Manajer

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Sabtu 12 Oktober 2019 02:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 10 12 45 2115959 fellaini-kritik-man-united-yang-gemar-gonta-ganti-manajer-M9nP8SdI4m.jpg Marouane Fellaini. (Twitter Man United)

BRUSSEL – Gelandang asal Belgia, Marouane Fellaini, mungkin saat ini jauh lebih bahagia bersama Shandong Luneng di kompetisi Liga China ketimbang harus bertahan dengan Manchester United. Keputusannya untuk pergi dari Old Trafford pada musim dingin 2019 yang lalu tampaknya menjadi pilihan yang amat tepat untuk pemain pemain berusia 31 tahun itu.

Bagaimana tidak, semenjak kepergian Fellaini dari Man United pada Februari 2019 yang lalu, tim berjuluk The Red Devils tersebut tercatat hanya baru berhasil mengoleksi 11 kemenangan. Padahal sejak kepergiaan Fellaini, Man United setidaknya sudah melangsungkan 31 pertandingan.

Baca Juga: Van der Sar: Man United saat Ini dan Dulu Sangat Berbeda

Van Gaal saat masih melatih di Man United

Buruknya performa Man United itu dirasa Fellaini dikarenakan pihak klub yang suka menggonta-ganti pelatih tanpa memberikan sang juru taktik tersebut waktu lebih untuk berkembang. Sebagaimana diketahui, semenjak ditinggalkan Sir Alex Ferguson pada Juni 2013, Man United tercatat sudah merasakan empat pelatih dalam kurun waktu 2013 sampai saat ini (2019).

Keempat pelatih itu adalah David Moyes (2013-2014), Louis van Gaal (2014-2016), Jose Mourinho (2016-2018), dan Ole Gunnar Solskjaer (2018-hingga kini). Akan tetapi, keempat pelatih hebat itu tetap tak mampu membuat Man United tampil bersinar. Namun, Fellaini percaya andai saja Man United memberikan salah satu pelatih tersebut waktu lebih untuk membangun sebuah tim baru, ia yakin The Red Devils takkan terpuruk seperti sekarang ini.

“Mereka (Man United) mendatangkan Moyes, namun mereka tak memberikannya waktu. Lalu mereka mendatangkan Van Gaal, mereka memberikan waktu dua musim dan kami berhasil memulai sesuatu, dia memenangkan Piala FA (2015-2016), namun mereka justru memecatnya karena ingin menang dengan cepat,” cerita Fellaini, mengutip dari Daily Mail, Sabtu (12/10/2019).

Mourinho dan Pogba saat bermain di Man United

“Bagi saya pihak klub terlalu cepat memecat Mourinho karena pelatih sepertinya datang dan membutuhkan para pemain yang bisa membangun filosofi permainnya. Dia ingin membangun tim miliknya. Namun, setelah dua setengan tahun mereka justru membuangnya karena tak ada hasilnya,” tambah mantan gelandang Everton itu.

“Itulah masalahnya (Man United). Mereka seharusnya mencari solusinya bersama-sama. Pelatih sepert Van Gaal, secara taktik sangat kuat dan banyak pengalaman, tapi mereka justru memecatnya. Tidak mudah membangun sebuah tim pada saat itu, Anda membutuhkan lebih dari dua musim. Saya juga tidak tahu apa yang akan mereka lakukan dengan Solskjaer,” tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini