MILAN – Direktur Teknis sekaligus legenda AC Milan, Paolo Maldini, menduga performa buruk I Rossoneri –julukan Milan– disebabkan mental para pemain muda yang belum siap menopang nama besar tim. Milan memang jadi tim dengan rata-rata usia pemain termuda di Liga Italia 2019-2020 yakni 25 tahun ke bawah atau tepatnya 24,1 tahun.
Dengan mayoritas skuad diisi pemain muda maka menanggung beban untuk membangkitkan Milan pada musim ini memberikan tekanan yang amat besar. Hal itu diduga Maldini jadi penyebab utama Milan bermain buruk saat takluk 1-3 dari Fiorentina di San Siro, Senin (30/9/2019), dini hari WIB.

Permainan Milan dini hari tadi dianggap lebih buruk daripada saat menelan kekalahan 1-2 di kandang Torino. Milan mampu bermain apik di babak pertama saat melawan Torino. Akan tetapi, ketika berhadapan dengan Fiorentina performa buruk ditunjukkan hampir 90 menit waktu pertandingan.
BACA JUGA: Legenda Sadar Milan Dikepung Tekanan
Maldini melihat mental para pemain Milan benar-benar di bawah tekanan besar di San Siro. Milan memang mendapatkan dukungan penuh dari fans-nya tetapi itu seperti pisau bermata dua karena ada tekanan untuk meraih kemenangan juga di dalamnya.
Fans ingin Milan kembali ke masa kejayaannya tetapi para pemain saat ini kurang mampu mengatasi tekanan besar tersebut. Maldini menekankan Milan sadar sejak awal bahwa mengandalkan skuad yang didominasi pemain muda memiliki risiko seperti ini.

“Menjelaskan kemunduran besar soal kinerja dalam kurun waktu tiga hari itu sulit, kecuali Anda menyadari bahwa itu dimainkan di Turin dan ini di San Siro. Ini adalah jersey yang sangat bergengsi dengan banyak sejarah di belakangnya dan beberapa pemain masih sangat muda, belum dapat menangani perbandingan dengan tim-tim di masa lalu. Itu bisa sulit,” ujar Maldini, seperti yang dikutip dari Football Italia, Senin (30/9/2019).
“Ini adalah pemuda yang baik dan jika ada, kami terkadang mengharapkan reaksi yang lebih pasti dari mereka. Seperti yang saya katakan, kami tahu bahwa membangun tim yang muda, tidak berpengalaman dan berbakat akan menghadapi risiko semacam ini,” pungkasnya.
(Ramdani Bur)