SALAH satu prestasi Gerd Muller yang tak bisa diulangi oleh banyak pesepakbola lain adalah mengantarkan sebuah klub menjuarai Liga Champions tiga musim beruntun. Hal itu dilakukan Muller pada kurun waktu 1974-1976 bersama Bayern Munich.
Perlu diketahui, sebelum Muller bergabung dengan Bayern pada musim panas 1964, klub berjuluk Die Roten itu tak memiliki pengalaman tampil di kompetisi Eropa. Pertama kalinya Bayern berlaga di kompetisi bergengsi Eropa adalah pada musim 1966-1967 dalam gelaran Piala Winners. Luar biasanya, Bayern langsung menjadi kampiun di penampilan pertamanya.

Setelah menjuarai Piala Winners tersebut, Bayern pun mulai menancapkan dominasinya di Liga Jerman. Akan tetapi, butuh waktu cukup lama bagi Die Roten untuk bisa kembali mengangkat trofi di Eropa. Karena, hal itu baru bisa mereka lakukan di musim 1973-1974 dalam gelaran Liga Champions.
Pada gelaran tersebut, Bayern menghadapi Atletico Madrid di partai final. Bagai tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Die Roten pun tampil menggila di pertandingan final pertama mereka dalam kancah Liga Champions. Tak tanggung-tanggung, Atletico mereka libas empat gol tanpa balas di partai puncak. Ini merupakan trofi pertama Bayern di ajang Liga Champions.
Muller sendiri mencatatkan performa impresif dengan sumbangan dua golnya ke gawang Atletico. Luar biasanya lagi, Muller juga dinobatkan sebagai top skor turnamen dengan koleksi delapan gol. Musim 1973-1974 terasa semakin fantastis bagi Bayern karena di saat yang sama mereka juga menjuarai Liga Jerman.
Pada musim berikutnya, Bayern yang berstatus sebagai juara bertahan, tak ayal menjadi favorit untuk kembali menjuarai Liga Champions. Terlebih lagi, materi pemain Bayern juga masih sama bagusnya dengan Muller sebagai ujung tombak utama.

Benar saja, dalam gelaran Liga Champions1974-1975, Die Roten kembali merajai Eropa. Kali ini, di partai puncak mereka berhadapan dengan wakil Inggris, Leeds United dan berhasil menang 2-0. Muller menyumbang satu gol di laga final tersebut. Dan sama seperti musim sebelumnya, Muller kembali didapuk sebagai top skor kompetisi. Hanya saja, kali ini ia harus berbagi tempat dengan penyerang Armenia, Eduard Markarov, karena sama-sama membukukan lima gol.
Prestasi gemilang Bayern itu pun berlanjut ke gelaran Liga Champions 1975-1976. Pada musim ini, di partai final Die Roten berhasil mengandaskan perjuangan wakil Prancis, Saint Etienne, dengan skor tipis 1-0. Meski begitu, Muller harus rela kehilangan gelar top skornya. Pada musim tersebut, status top skor Liga Champions disabet oleh compatriot Muller, yakni Jupp Heynckes, yang membela Borussia Monchengladbach.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.