nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

3 Penyebab Liverpool Kalah 0-2 dari Napoli

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 18 September 2019 12:04 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 18 261 2106270 3-penyebab-liverpool-kalah-0-2-dari-napoli-EUBgqVFoKf.jpg Liverpool harus tumbang 0-2 di markas Napoli (Foto: Reuters)

PIL pahit harus ditelan Liverpool kala menyambangi Stadion San Paolo, markas Napoli, pada laga pembuka fase Grup E Liga Champions 2019-2020, Rabu (18/9/2019) dini hari WIB. Gol penalti Dries Mertens (82’) dan sontekan Fernando Llorente (90’) memastikan Si Merah tumbang 0-2.

Rekor buruk pun dicatatkan Liverpool sebagai juara bertahan pertama yang kalah di partai pembuka Liga Champions sejak 1994-1995. Kekalahan itu sekaligus memperpanjang rekor tidak pernah menang di kandang lawan di Liga Champions sejak terakhir kali melibas Maribor 7-0 pada 17 Oktober 2017.

Baca juga: Klopp Nilai Napoli Tak Pantas Dihadiahi Penalti

Liverpool bukannya tanpa perlawanan di laga tersebut. Anak asuh Jurgen Klopp total melancarkan 12 upaya mencetak gol, dengan empat di antaranya mengarah ke gawang. Namun, keempat kans tersebut semuanya berhasil dimentahkan kiper Alex Meret.

Lalu apa yang menyebabkan Liverpool harus menelan kekalahan dari Napoli? Berikut analisanya, melansir dari Sportskeeda, Rabu (18/9/2019).

3. Pertahanan kukuh Napoli

Pelatih Napoli, Carlo Ancelotti, menyebut adaptasi terhadap momen berbeda serta permainan komplet menjadi kunci timnya menaklukkan Liverpool. I Partenopei diinstruksikan untuk bisa menekan Liverpool di wilayah pertahanan mereka, sekaligus bertahan sangat dalam jika dibutuhkan.

Napoli bermain dengan formasi dasar 4-2-4 untuk meredam Liverpool (Foto: UEFA)

Kredit harus diberikan kepada dua sosok, yakni Kalidou Koulibaly dan Alex Meret. Bek asal Senegal itu sangat lugas dalam membaca permainan serta menghentikan serangan-serangan Liverpool. Sementara Alex Meret, empat kali menyelamatkan gawangnya dari tembakan tepat sasaran.

2. Lini depan tumpul

Lini serang Liverpool merupakan salah satu alasan mengapa mereka menjadi juara Liga Champions 2018-2019. Ketajaman trio Roberto Firmino, Sadio Mane, dan Mohamed Salah, sudah tidak perlu diragukan lagi.

Kalidou Koulibaly berhasil meredam Mohamed Salah (Foto: UEFA)

Namun, ketiganya seakan ditelan barisan pertahanan Napoli yang diperkuat Kalidou Koulibaly dan kawan-kawan. Serangan-serangan Liverpool kerap buntu karena kesalahan umpan akhir, tembakan melenceng, atau bahkan diredam lini belakang Napoli lebih dulu.

Ada dua situasi di mana Liverpool seharusnya bisa mencetak gol. Pada menit 55, Sadio Mane malah terlalu kencang melepas operan kepada Mohamed Salah yang berdiri bebas, sementara empat menit kemudian, giliran pemain asal Mesir itu yang terlalu keras menyepak umpan matang Roberto Firmino.

1. Penalti kontroversial

Momen penalti pada menit 80 memang mengubah jalannya laga. Penalti diberikan wasit Felix Brych usai Jose Callejon dijatuhkan Andrew Robertson di kotak terlarang. Wasit asal Jerman itu semakin kukuh pada keputusannya usai mendapat bisikan dari petugas VAR.

Dries Mertens mencetak gol lewat titik putih (Foto: UEFA)

Namun, keputusan itu tidak diterima sepenuhnya oleh Jurgen Klopp. Pelatih berkebangsaan Jerman itu menganggap Jose Callejon melakukan diving dengan cara melompat terlebih dahulu sebelum terjadi kontak dengan Andrew Robertson.

Sah atau tidaknya penalti tersebut, Dries Mertens tidak terlau peduli. Usai wasit mengukuhkan keputusan lewat VAR, pemain berkebangsaan Belgia itu dengan brilian menaklukkan Adrian San Miguel dari titik putih.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini