nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebesaran Hati Netizen Malaysia saat Harimau Malaya Gantian Jamu Indonesia

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 11:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 09 06 51 2101403 kebesaran-hati-netizen-malaysia-saat-harimau-malaya-gantian-jamu-indonesia-FTgwqEZwGE.jpg Beto gagal bawa Indonesia menang atas Malaysia. (Foto: Okezone.com/Heru Haryono)

KUALA LUMPUR – Sejumlah internet citizen (netizen) asal Malaysia mengungkapkan kekewaannya kepada Indonesia, imbas insiden kerusuhan yang terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis 5 September 2019 malam WIB. Mereka bahkan mendorong FIFA agar menjatuhkan sanksi kepada Indonesia, dalam hal ini PSSI.

Atas insiden di atas, ada desas-desus yang mengatakan Ultras Malaya –sebutan untuk suporter garis keras Malaysia– akan melakukan aksi balas dendam. Hal itu saat Harimau Malaya –julukan Malaysia– menjamu Indonesia di matchday keenam Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Selasa 19 November 2019.

Timnas Indonesia

Akan tetapi, netizen dengan akun @gra8est coba berbesar hati. Ia menyarankan Ultras Malaya untuk tidak bersikap anarkis saat menjamu Indonesia di laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 yang digelar di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

BACA JUGA: Presiden FAM Apresiasi Kemenangan Malaysia atas Indonesia

“Untuk semua fans Malaysia, terutama Ultras Malaya. Tolong hormati dan jamu fans Indonesia secara baik saat bermain di kandang. Tunjukkan cinta agar mereka bisa belajar dari kami. Balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah apa pun,” tulis @gra8est.

Tweet yang ditulis oleh akun di atas pun mendapat respons positif dari masyarakat Malaysia. Terbukti sejauh ini, tweet tersebut telah di-retweet sebanyak 28 kali dan disukai 43 kali.

Kualifikasi Piala Dunia, Indonesia Kalah dari Malaysia

Saat ini, pemerintah Indonesia lewat Menpora Imam Nahrawi sudah menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Malaysia. Bahkan pada hari ini, Menpora Imam mengadakan pertemuan dengan Menpora Malaysia, Syed Saddiq.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini