DALAM dunia sepakbola, kesetiaan jelas merupakan sebuah harga yang sangat mahal. Jarang ada pemain yang bisa bertahan di satu klub saja di sepanjang karier sepakbolanya. Jika ada, tentu hanya sedikit yang bisa melakukannya.
Untuk Michael Owen, kata kesetiaan tampaknya tak terlalu berlaku dalam kariernya di dunia sepakbola. Bukan hanya karena kerap kali berganti klub, namun pemain berjuluk The Wonder Man itu pindah ke tim yang merupakan rival dari klub yang pernah ia bela.
Owen pun sudah berkhianat sejak kecil. Kali itu, Owen adalah penggemar berat Everton. Ayah kandungnya, Terry Owen, pun adalah mantan pemain dari klub berjuluk The Toffes tersebut. Jadi wajar saja jika Owen kecil sangat menggemari Everton.

(Owen bersinar bersama Liverpool)
Akan tetapi, di saat Owen sedang menyukai Everton, ia justru bergabung dengan Liverpool ketika usianya mulai menginjak 12 tahun. Ia memilih bergabung dengan rival abadi Everton dan memulai karier sepakbolanya di sana.
Owen bertahan di Liverpool cukup lama. Setelah masuk ke akademi Liverpool hingga ke tim senior, pada 2004 Owen pun memutuskan untuk hengkang dan pergi ke Liga Spanyol untuk bermain bersama Real Madrid. Keputusan Owen pun disambut baik oleh para pendukung Liverpool karena ia pindah ke tim lain yang bukan di Liga Inggris.