nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Populer sebagai Pesepakbola, George Weah Kini Menjadi Presiden Liberia

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Sabtu 22 Juni 2019 15:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 06 21 51 2069282 populer-sebagai-pesepakbola-george-weah-kini-menjadi-presiden-liberia-oj9B4bPVsQ.jpg George Weah presiden ke-25 Liberia. (Foto: REUTERS/Stephane Mahe)

SEPAKBOLA dan politik adalah dua hal yang berbeda. Federasi Sepakbola Internasional (FIFA) gencar mengampanyekan untuk menjauhkan sepakbola dari politik. Namun, beberapa figur pesepakbola justru berani terjun ke dunia politik usai pensiun, salah satunya adalah George Weah.

Jalannya untuk menjadi orang nomor satu di Liberia tidak ditempuh dengan mudah. Pada 2005, George Weah maju sebagai calon presiden (capres), tetapi harus mengakui keunggulan Ellen Johnson Sirleaf. Pemain Terbaik Dunia versi FIFA 1995 tersebut tidak patah arang.

Ketika masa jabatan Ellen Johnson Sirleaf habis pada 2017, George Weah kembali menyatakan maju sebagai capres lewat Partai Perubahan Demokratik (CDC). Ia mengendus peluang besar untuk menang karena sang petahana tidak bisa maju lagi.

George Weah presiden ke-25 Liberia

Janji kampanye George Weah sebagai calon Presiden Liberia sangat sederhana, yakni meningkatkan pendidikan kejuruan untuk mengatasi kemiskinan, meningkatkan APBN, dan toleransi umat beragama. Ia juga kerap menyinggung asal-usulnya dari keluarga miskin selama berkampanye.

Pria yang pernah menjabat sebagai Senator Montserrado itu sering mengkritik pemerintahan Ellen Johnson Sirleaf yang menyebabkan rakyat Liberia hidup dalam kemiskinan selama 12 tahun. Weah berjanji mengembalikan kekayaan negara yang dinikmati segelintir kelompok elite kepada rakyat untuk mengentaskan kemiskinan.

Jargon kampanye tersebut terbukti ampuh. George Weah meraih lebih dari 60% suara pada Pemilihan Presiden Liberia Desember 2017. Pada putaran kedua, eks pesepakbola klub AC Milan itu mengalahkan Wakil Presiden Joseph Boakai.

Infografis George Weah ganteng

George Weah menepati janji kampanyenya, tidak lama setelah dilantik sebagai Presiden Liberia. Pada Januari 2018, ia memotong gaji sebagai kepala negara hingga sebesar 25% persen. Hal itu dilakukan untuk menghemat anggaran negara mengingat Liberia terancam bangkrut.

Namun, dalam masa 1,5 tahun kepemimpinannya, masyarakat Liberia menganggap George Weah gagal. Ibu Kota Monrovia diguncang gelombang protes massal pada 7 Juni 2019 akibat lambatnya pertumbuhan ekonomi negara serta tingginya inflasi yang menyebabkan harga bahan pokok melambung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini