Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sama-Sama Jadi Pesepakbola, Nasib Ricardo Kaka dan sang Adik Berbeda

Djanti Virantika , Jurnalis-Sabtu, 04 Mei 2019 |11:08 WIB
Sama-Sama Jadi Pesepakbola, Nasib Ricardo Kaka dan sang Adik Berbeda
Ricardo Kaka bersama ayah, ibu, dan adiknya Digao (Foto: Kaka/Instagram)
A
A
A

Tak hanya berhasil meraih trofi bersama klub, Kaka juga meraih berbagai prestasi secara individu. Ia memenangkan Ballon d'Or pada 2007, Pemain Terbaik FIFA pada 2007, Pemain Asing Terbaik Liga Italia pada 2004, 2006, 2007, Pemain Terbaik Liga Italia pada 2004 dan 2007, Top Assist Liga Champions pada musim 2004-2005 dan 2011-2012, Golden Ball Piala Konfederasi FIFA 2009, dan masih banyak lagi.

Infografis Kaka

Kondisi ini berbanding terbalik dengan sang adik yang harus tertatih-tatih selama berkarier di sepakbola. Wajah Digao sendiri sebenarnya telah mewarnai beberapa klub papan atas dunia, salah satunya AC Milan. Sayangnya, di sana Digao tak mampu menorehkan karier cemerlang. Ia bahkan tak pernah meraih trofi bersama klub.

Digao dianggap sebagai salah satu pemain yang paling menyedihkan di Liga Italia. Selama kariernya, Digao hanya bermain di 38 pertandingan tanpa mencetak satu pun gol. Melihat kondisi ini, ia akhirnya menyerah dan memutuskan pensiun di usianya yang baru 32 tahun.

(Fetra Hariandja)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement