Comeback ASIOP di Senayan dengan Wajah Baru

Ramdani Bur, Jurnalis · Jum'at 03 Mei 2019 19:55 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 03 49 2051256 comeback-asiop-di-senayan-dengan-wajah-baru-OavKE2t2xP.jpeg ASIOP saat meluncurkan jersey baru mereka untuk kompetisi 2019 (Foto: Ramdani Bur/Okezone)

AKADEMI Sepakbola Intinusa Olah Prima (ASIOP) tampil dengan wajah baru per 1 Mei 2019. Mengusung tema Comeback Stronger (CBS), ASIOP mengganti logo dan jersey demi merealisasikan visi dan misi mereka yang satu di antaranya adalah mencetak pemain sepakbola berkarakter, baik di level nasional dan internasional.

Pergantian logo dan jersey juga dibarengi dengan masuknya beberapa sponsor yang siap membantu ASIOP mewujudkan visi dan misi mereka. Beberapa sponsor yang masuk menyokong ASIOP hingga satu tahun ke depan adalah Sompo Insurance, Ethiopian Airlines, Transtama Logistics, Sarana Jaya, Food Station, Panca Prima Maju Bersama, Inti Sukses Garmindo dan Kopi Coga.

ASIOP bukanlah sekolah sepakbola (SSB) baru di Tanah Air. Berkantor di Lapangan D Komplek Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), SSB ini sudah berdiri sejak 28 September 1997. Awalnya, ASIOP menggunakan Stadion Menteng sebagai wadah untuk menggelar latihan.

Setelah 1,5 tahun lamanya, ASIOP memindahkan tempat latihan mereka ke lapangan ABC Senayan dari 1999 hingga 2016. Akan tetapi, karena Komplek SUGBK sempat menjalani renovasi besar-besaran guna menyambut Asian Games 2018, ASIOP pun harus mengungsi ke lapangan Aldiron, Pancoran, dalam kurun Agustus 2016 hingga September 2018.

Kemudian sejak 1 Mei 2019, ASIOP secara resmi menggunakan lapangan C & D Gelora Bung Karno (GBK) sebagai tempat latihan mereka. Infrastruktur memadai yang dimiliki ASIOP membuat mereka tak henti-hentinya menelurkan pemain-pemain berbakat.

Saat ini, beberapa pemain jebolan ASIOP mentas di kompetisi elite Liga 1 dan kelompok umur Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Beberapa di antaranya adalah Andritany Ardhiyasa (Persija Jakarta), Ahmad Jufriyanto (Persib Bandung), Airlangga Sutjipto (Sriwijaya FC), M Luthfi Kamal (Timnas Indonesia U-23), Rendy Juliansyah (eks Timnas Indonesia U-16), Rezaldi Hehanussa dan Ryuji Utomo (Persija Jakarta).

Berprestasi di Kancah Internasional

ASIOP saat ini memiliki lebih dari 400 siswa. Siswa-siswa tersebut digembleng dengan mengikuti beragam turnamen baik lokal maupun internasional. Hebatnya, ASIOP tak hanya berjaya di level nasional, namun juga internasional.

Mereka tercatat sempat menjuarai Gothia World Youth Cup U-15 yang diadakan di Swedia pada 2016, Norway Cup U-12 2013 dan JSSL Singapore U-13 2018. Untuk level lokal, ASIOP sempat menjadi yang terbaik di Danone Nations Cup U-12 2018, Divisi I Liga TopSkor dan lain-lain.

Bahkan demi menjaga eksistensi mereka di persepakbolaan internasional, dalam waktu dekat mereka akan menjalani coaching clinic pada 26 Juni hingga 6 Juli 2019 di salah satu akademi kontestan Liga Spanyol, CD Leganes. Nantinya, para pemain terpilih akan menjalani metode pelatihan dalam bentuk in-class tutorial dan on-site practice.

Tidak hanya menjalani coaching clinic, ASIOP pun akan menjalani pertandingan persahabatan dalam bentuk trofeo, yakni melibatkan tiga tim. Selain ASIOP dan tim akademi Leganes, trofeo tersebut akan diikuti Talavera de la Reina (klub Segunda Division B, atau kasta ketiga sepakbola Spanyol).

Siap Tampung Pemain Berbakat dan Niat Bangun Klub Profesional

Direktur Utama PT Asiop Sportainment Internasional, Ade Prima Syarif, menolak anggapan SSB yang dikelolanya masuk kategori mahal. Ia mengatakan, tujuan awal pembangunan ASIOP adalah untuk mencetak pemain-pemain top, sehingga mereka tidak berpikiran sama sekali untuk mencari profit.

“Tujuan didirikannya ASIOP bukan untuk mencari profit. Jika ada pemain yang memiliki kualitas, kami akan memberikan beasiswa. ASIOP konsisten memberikan sistem pendidikan sepakbola yang profesional dan memiliki infrastruktur yang bagus,” kata Ade Prima dalam sesi konferensi pers yang diadakan di kantor ASIOP, Jumat (3/5/2019).

Selain itu, rencana jangka menengah ASIOP dalam lima tahun ke depan ialah membentuk klub profesional. Direktur Teknik ASIOP, Barry Sidik, berharap dengan banyaknya sponsor yang masuk, keinginan mereka membentuk klub profesional dapat tercapai.

“Semoga dengan masuknya beberapa sponsor, keinginan kami membentuk klub profesional bisa segera tercapai. Kita akan mulai membangun klub di level Asprov (Asosiasi Provinsi) DKI Jakarta hingga nantinya ke level nasional,” kata Barry Sidik.

Berikut visi dan misi ASIOP:

1. Mencetak pemain sepakbola berkarakter, baik di level nasional dan internasional.

2. Mendorong keberadaan klub sepakbola ASIOP di liga internasional.

3. Menyejahterahkan karyawan dan insan sepakbola di lingkungan ASIOP.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini