JAKARTA - Kondisi Tim Nasional (Timnas) Indonesia di Piala AFF U-22 akhirnya benar-benar mirip dengan Italia di Piala Dunia 2006.
Bagaiamana tidak, Azzuri menyongsong Piala Dunia 2006 dengan sejumlah kasus pengaturan skor di kasta liga tertinggi mereka, Serie A Liga Italia. Sampai-sampai bek andalah Leonardo Bonucci diciduk dari tempat pusat pelatihan.
Namun hal itu tak menjadikan mereka patah semangat, skuad Italia justru semakin kompak, terlecut mengarungi Piala Dunia 2006.
Hasilnya Italia berhasil menggondol Piala Dunia, bahkan kapten Fabio Cannavaro terpilih sebagai pemain terbaik.
Nah, potret perjalanan Italia di Piala Dunia Itu seolah diduplikat Timnas asuhan Indra Sjafri di Piala AFF U-22 di Kamboja.
Berangkat dengan sejumlah petinggi ditangkap, Plt Ketua Umum PSSI jadi tersangka, ternyata hal itu tak menjadi batu sandungan bagi Osvaldo Hay dan kawan-kawan.
Skuad Indra Sjafri tetap fokus berlatih dan menghadapi pertandingan demi pertandingan sepenuh hati. Hasilnya Timnas juara setelah berhasil menaklukkan Thailand 2-1 di partai puncak.
“Alhamdulillah setelah waktu 2013 juara Piala AFF U-19, sekarang U-22. Yang bikin saya agak surprise, hampir semua negara (yang berlaga) semua menggunakan pelatih asing. Satu-satunya yang pelatih lokal hanya Indonesia. Tentu saja ini kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri,” terang Indra seperti dalam rilis yang diterima Okezone.
Sementara itu Grab Sebagai Official Mobile Platform Partner mendukung Timnas Garuda yang bertanding di AFF U-22 Kamboja. Di luar kita beda, di lapangan kita sama #GrabDekatkanPerbedaan #DekatDenganGrab".
(Abu Sahma Pane)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.