nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pengacara Sebut Dokumen Ronaldo soal Pengakuan Pemekorsaan Dipalsukan

Ramdani Bur, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 11:12 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 11 51 1962533 pengacara-sebut-dokumen-ronaldo-soal-pengakuan-pemekorsaan-dipalsukan-NADFWC5WaJ.JPG Pemain Juventus, Cristiano Ronaldo. (Foto: Reuters)

TURIN – Pengacara Cristiano Ronaldo, Peter S.Christiansen, menyebut sang klien dizalimi perihal dokumen atau surat tutup mulut yang baru-baru ini dikeluarkan media asal Jerman, Der Spiegel. Christiansen menyebut Ronaldo sama sekali tak pernah membuat surat yang berisi telah mengakui kesalahan usai diduga melakukan tindakan asusila kepada model asal Amerika Serikat (AS), Kathryn Mayorga, pada Juni 2009.

Pada awal pekan ini, Der Spiegel mengunggah surat yang berisi bahwa Ronaldo mengakui telah memerkosa Mayorga. Selain itu masih dilaporkan Der Spiegel, surat tersebut dibuat sebagai bukti bahwa Mayorga tidak mengalami kelainan kesehatan usai berhubungan badan dengan Ronaldo.

Baca Juga: Ronaldo Bakal Dimintai Keterangan Terkait Kasus Dugaan Pemerkosaan

Ronaldo Jadi Aktor di Balik Kemenangan Juventus atas Napoli

Akan tetapi, seperti yang sudah diutarakan di atas, pengacara Ronaldo menolak isu tersebut. Ia mengaku Ronaldo memang sempat membuat surat pada awal Januari 2010, namun itu dilakukan karena mendapat saran dari sang pengacara. Hal itu agar Ronaldo terhindar dari tuduhan brutal seperti yang dialami saat ini.

“Hubungan seksual antara Ronaldo dan Mayorga merupakan kesepakatan bersama dan dalam surat perjanjian yang bersifat rahasia itu, tak ada yang tertulis bahwa Ronaldo melakukan pengakuan,” kata Christiansen mengutip dari Calciomercato, Kamis (11/10/2018).

10 Pemain dengan Gaji Fantastis di Liga Italia, Ronaldo Paling Besar

“Cristiano membantah semua tuduhan. Pada 2015, berbagai perusahaan di berbagai belahan Eropa diretas oleh hacker. Kemudian, hacker yang tidak bertanggung jawab itu menerbitkan beberapa bagian penting dalam isi surat tersebut yang sebelumnya telah mereka ubah atau palsukan,” tutup Christiansen.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini