Gol Telat Korsel Bikin Timnas Indonesia U-23 takluk 1-2

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Sabtu 23 Juni 2018 20:19 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 23 51 1913195 gol-telat-korsel-bikin-timnas-indonesia-u-23-takluk-1-2-C7uVrcWPIu.jpg Septian David gagal manfaatkan peluang. (Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

BOGOR – Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 menelan kekalahan kala menjamu Korea Selatan (Korsel) U-23 di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/6/2018) malam WIB. Pada pertandingan persahabatan tersebut Garuda Muda –julukan Timnas Indonesia U-23– takluk 1-2 dari Korsel.

Gol Hansamu Yama di menit akhir pertandingan, nyatanya tidak mampu membuat pertandingan berakhir imbang. Hal itu setelah Korsel membalas gol tersebut di detik-detik terakhir sehingga menyudahi laga dengan skor 1-2.

Jalannya Pertandingan

Babak Pertama

Hansamu Yama dan kolega langsung tampil menekan sejak awal babak pertama dimulai. Febri Hariyadi mampu menekan melalui sisi lapangan pada menit ke-3. Sayang, usahanya tersebut masih bisa digagalkan para pemain bertahan Korsel.

Lagi, Garuda Muda mencoba membangun serangan pada menit ke-10, kali ini melalui aksi Hargianto yang mencoba bekerja sama dengan Febri di sisi lapangan. Febri yang kesulitan mencoba mengembalikan bola kepada Hargianto. Akan tetapi, para pemain bertahan Korsel masih mampu memotong bola. Skuad asuhan Luis Milla tampil sangat baik pada awal babak pertama.

Korsel kini mulai menyerang. Mereka memiliki kesempatan emas melalui skema serangan balik. Akan tetapi, penyerang mereka masih belum mampu memanfaatkannya dengan baik. Tendangan yang dilepaskan pemain bernomor punggung 22 Korsel masih terlalu lemah dan tidak mengancam gawang Indonesia yang dijaga Muhammad Ridho.

Menit 19 Korsel kembali mengancam. Penyerang mereka mampu masuk hingga kotak 16 setelah melewati pemain bertahan Indonesia. Beruntung, tembakan yang di lepaskan masih melenceng dari sasaran. Tidak berselang lama, Indonesia kembali digempur. Kali ini melalui umpan silang yang langsung dikirim ke daerah pertahanan Indonesia. Akan tetapi, Hansamu Yama berada di posisi tepat untuk menghalau bola.

Pertandingan berjalan 30 menit. Cukup banyak peluang yang dimiliki kedua tim pada babak pertama berjalan. Baik Indonesia dan Korsel sama-sama mencari cara untuk bisa mencetak gol. Penampilan Riko Simanjuntak di sisi kanan lapangan cukup membuat repot para pemain bertahan Korsel.

Menit 35 Indonesia mendapat kesempatan emas. Riko merangsek masuk ke dalam pertahanan Korsel. Akan tetapi, umpan terukurnya masih belum mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Alberto Goncalves.

Menit 40 gawang Indonesia kembali terancam. Pemain tengah Korsel yang mampu merebut bola dari Hansamu Yama langsung memberikan umpan panjang ke depan. Beruntung, kemelut yang terjadi di depan gawang masih belum mampu menjadi gol.

Gol! Menit 43 Jeong Taewook memanfaatkan umpan sepakan pojok dan melakukan sundulan terarah ke gawang Indonesia. Skor 1-0 untuk keunggulan Korsel. Para penggawa Indonesia mencoba menyamakan kedudukan di sisa akhir babak pertama. Akan tetapi, usaha mereka masih gagal terwujud. Skor 1-0 untuk Korsel bertahan hingga turun minum.

Babak kedua

Pertandingan babak kedua dimulai. Kedua tim tak ingin membuang waktu dengan langsung tampil menekan. Indonesia mendapat kesempatan melalui pergerakan Febri dari tengah lapangan. Sayang, usaha Febri belum mampu menyamakan kedudukan. Tembakannya masih terlalu lemah dan hanya bergulir di depan gawang Korea Selatan.

Garuda Muda kembali menebar ancaman. Beto yang melihat posisi Riko berdiri bebas, mencoba mengirim umpan silang dari sisi lapangan. Akan tetapi, Riko masih gagal memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Skor masih 1-0 untuk keunggulan Korsel di menit ke-56.

Menit 63 gawang Indonesia mendapat ancaman. Para pemain Korsel kembali mencoba memanfaatkan keunggulan postur tubuh mereka dengan mengirim umpan silang dari luar kotak penalti. Akan tetapi, para pemain mereka belum mampu melakukan kontak dengan bola. Usaha mereka pun hanya menghasilkan tendangan gawang bagi Indonesia.

Septian David balik mengancam melalui umpan tarik. Sayang tidak ada pemain yang mampu menyambut bola di kotak 16 tersebut. Indonesia cukup mampu mengusai permainan di babak kedua. Terbukti dengan banyaknya peluang para penggawa Timnas Indonesia untuk melakukan serangan demi serangan ke daerah pertahanan Korea Selatan.

Indonesia mendapat peluang emas pada menit 74. Febri Hariyadi melakukan aksi solo run melewati para pemain bertahan Korsel. Akan tetapi, Febri masih gagal mencetak gol meski sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Korsel.

Tidak ingin terus mendapat tekanan, para pemain Korsel mencoba mulai membangun serangan. Memanfaatkan kesalahan dari para pemain bertahan Indonesia, mereka hampir menggenapkan keunggulan jika Hansamu tidak membuang bola keluar lapangan.

Hingga menit 85 Garuda Muda terus mencoba untuk menyamakan kedudukan. Usaha kembali dilakukan Febri. Lewat sisi kiri lapangan ia mencoba menusuk ke dalam kotak penalti. Akan tetapi aksi Febri masih mampu digagalkan pemain bertahan Korea Selatan.

Gol! Hansamu Yama akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit ke 90+3. Memanfaatkan umpan silang, pemain bertahan andalan Indonesia itu melakukan tandukan yang gagal dihalau penjaga gawang Korsel. Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Korsel membuat gol kejutan di detik-detik terakhir pertandingan. memanfaatkan set-piece bola mati, Korsel akhirnya mampu menggenapkan keunggulan mereka di pengujung laga. Pertandingan pun berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Korsel.

Babak kedua

Pertandingan babak kedua dimulai. Kedua tim tak ingin membuang waktu dengan langsung tampil menerkan. Indonesia mendapat kesempatan melalui pergerakan Febri dari tengah lapangan. Sayang, usaha Febri belum mampu menyamakan kedudukan. Tembakannya masih terlalu lemah dan hanya bergulir di depan gawang Korea Selatan.

Garuda Muda kembali menebar ancaman. Berto yang melihat posisi Riko berdiri bebas, mencoba mengirim umpan silang dari sisi lapangan. Namun Riko masih gagal memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik. Skor masih 1-0 untuk keunggulan Korsel di menit ke-56.

Menit 63 gawang Indonesia mendapat ancaman. Para pemain Korsel kembali  mencoba memanfaatkan keunggulan postur tubuh mereka dengan mengirim umpan silang dari luar kotak penalti. Akan tetapi, para pemain mereka belum mampu melakukan kontak dengan bola. Usaha mereka pun hanya menghasilkan tendangan gawang bagi Indonesia.

Septian David balik mengancam melalui umpan tarik. Sayang tidak ada pemain yang mampu menyambut bola di kotak 16 tersebut. Indonesia cukup mampu mengusai permainan di babak kedua. Terbukti dengan banyaknya peluang para penggawa Timnas Indonesia untuk melakukan serangan demi serangan ke daerah pertahanan Korea Selatan.

Indonesia mendapat peluang emas pada menit 74. Febri Hariyadi melakukan aksi solo run melewati para pemain bertahan Korsel. Namun sayang, Febri masih gagal mencetak gol meski sudah berhadapan satu lawam satu dengan kiper Korsel.

Tidak ingin terus mendapat tekanan, para pemain Korsel mencoba mulai membangun serangan. Memanfaatkan kesalahan dari para pemain bertahan Indonesia, mereka hampir menggenapkan keunggulan jika Hansamu tidak membuang bola keluar lapangan.

Hingga menit 85 Garuda Muda terus mencoba untuk menyamakan kedudukan. Usaha kembali dilakukan Febri. Lewat sisi kiri lapangan ia mencoba menusuk ke dalam kotak penalti. Akan tetapi aksi Ferbi masih mampu digagalkan pemain bertahan Korea Selatan.

Gol! Hansamu Yama akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit ke 90+3. Memanfaatkan umpan silang, pemain bertahan andalan Indonesia itu berhasil melakukan tandukan yang gagal dihalau penjaga gawang Korsel. Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Korea Selatan membuat gol kejutan di detik-detik terakhir pertandingan. memanfaatkan set piece bola mati, Korsel akhirnya mampu menggenapkan keunggulan mereka di penghujung laga. Pertandingan pun berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Korea Selatan.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini