Image

5 Klub yang Pernah Juara Liga Champions, namun Sempat Terdegradasi di Kompetisi Domestik

Admiraldy Eka Saputra, Jurnalis · Kamis 17 Mei 2018 14:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 17 261 1899438 5-klub-yang-pernah-juara-liga-champions-namun-sempat-terdegradasi-di-kompetisi-domestik-NGhRSmWwlN.jpg Trofi Liga Champions saat nampang di Stadion San Siro. (Foto: REUTERS/Stefan Wermuth)

LIGA CHAMPIONS adalah kompetisi antarklub tahunan yang diselenggarakan Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) dan diperebutkan oleh klub-klub papan atas di Eropa. Kompetisi ini adalah salah satu yang paling bergengsi di dunia dan kompetisi klub paling bergengsi di sepakbola Eropa. Liga Champions sendiri pertama kali diselenggarakan musim 1955/1956.

Liga Champions adalah kompetisi tahunan yang paling banyak ditonton di seluruh dunia. Sejak 61 tahun gelaran kompetisi sepakbola antarklub elite Eropa itu dilaksananakan, sebanyak 39 tim telah merasakan menjadi juara. Klub asal Spanyol, Real Madrid menjadi yang tersukses dengan meraih 12 trofi. Disusul AC Milan (Italia) dengan tujuh kali kemenangan, dan Bayern Munich (Jerman), Liverpool (Inggris), serta Barcelona (Spanyol) yang mendapatkan lima trofi

Meski berisikan jajaran tim-tim elite Eropa, nyatanya meraih gelar juara Liga Champions tidak menjadi jaminan untuk tetap mendapatkan kejayaan di liga domestik. Hal ini terbukti dari beberapa tim yang berhasil keluar sebagai juara Liga Champions, akan tetapi pada musim-musim selanjutnya harus rela terdegradasi dari liga domestik.

Berikut 5 Klub yang Pernah Juara Liga Champions, namun Sempat Terdegradasi di Kompetisi Domestik: 

5. Manchester United

Man United

Berada dibawah kepelatihan Sir Matt Busby, Manchester United memenangkan Piala FA pada 1963, gelar liga pada 1965 dan 1967 dan merupakan tim pertama dalam sejarah sepakbola Inggris yang memenangkan trofi Eropa pada 1968 ketika mereka mengalahkan Benfica 4-1 di Wembley. Saat itu Man United mengandalkan tiga Pemain Terbaik Eropa pada masa itu seperti Bobby Charlton, George Best dan Denis Law.

Akan tetapi, penampilan Man United berubah menjadi buruk setelah Charlton dan Law meninggalkan klub pada 1973. Pada 1972 menjadi masa-masa sulit yang dihadapi Man United. Klub itu terdegradasi ke divisi kedua setelah menyelesaikan kompetisi di posisi dua terbawah Liga Inggris.

Mereka kembali ke divisi utama pada musim berikutnya, dan sejak Sir Alex Ferguson mengambil alih tim, ia mengubah Man United menjadi mesin yang sangat menakutkan. Saat itu Ryan Giggs dan kawan-kawan terus mendominasi sepakbola Inggris. Bahkan pencapaian Man United tersebut belum pernah terjadi hingga saat ini.

Pada masa kepelatihan Ferguson juga Man United kemudian memenangkan dua gelar Liga Champions. Pada 1999 Man United mengalahkan Bayern Munich di partai final. Tim berjuluk Red Devils itu juga mendapatkan treble winner pada musim tersebut. Selanjutnya pada 2008 mereka kembali berjaya di ajang Liga Champions setelah mengalahkan Chelsea lewat drama adu penalti.

4. AC Milan

 AC Milan

Sama seperti Juventus, AC Milan adalah kekuatan yang harus diperhitungkan di panggung Eropa. Jika Juventus memimpin raihan trofi Liga Italia, AC Milan adalah kekuatan utama sepakbola Italia di Eropa. Rossoneri –julukan Milan– meraih gelar juara Liga Champions sebanyak tujuh kali. Tepatnya pada musim 1962-63, 1968-69, 1988-89, 1989-90, 1993-94, 2002-2003 dan 2006-07.

Pencapaian tentunya menjadi sebuah hal yang patut menjadi kebanggaan bagi klub, maupun para fans Rossoneri di seluruh dunia. Akan tetapi, salah satu Raksasa Italia itu terlibat dalam skandal pengaturan pertandingan Totonero pada 1980. Hal itu berakibat didegradasinya Milan ke Serie B. Mereka kembali ke divisi utama pada musim berikutnya, tetapi kembali terdegradasi untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka di musim 1981-82. Saat itu mereka menyelesaikan liga di posisi tiga terbawah klasemen, dan gagal menyelamatkan diri dari zona degradasi.

3. Nottingham Forest

Nottingham Forest

Setahun setelah mencapai promosi ke tingkat atas kompetisi sepakbola di Inggris, pelatih Nottingham Forrest, Brian Clough, memimpin anak asuhnya untuk meraih dua gelar Eropa berturut-turut pada 1979 dan 1980.

Pada 1979 mereka mengalahkan klub Swedia Malmo di partai puncak. Pada 1980 mereka mempertahankan trofi setelah mengalahkan Hamburg di partai final dengan skor 1-0. Akan tetapi, masa kepelatihan Clough selama 18 tahun berakhir pada 1993.

Saat itu mereka terdegradasi dari divisi teratas di musim perdana Liga Inggris. Mereka menyelesaikan musim di papan bawah klasemen dengan 40 poin. Sejak saat itu, Nottingham Forest belum berhasil naik ke Liga Inggris.

2. Juventus

 Juventus

Juventus adalah salah satu klub Italia yang sukses berjaya di kompetisi antarklub Eropa. Tim berjuluk Bianconeri itu menjuarai Liga Champions sebanyak dua kali, yakni pada 1985 dan 1996. Saat itu Michel Platini menjadi pemain terbaik Eropa, dirinya juga menjadi bintang saat mencetak gol kemenangan pada 1985 melawan Liverpool.

Pada 1996 di bawah asuhan Marcelo Lippi, mereka kembali mendapatkan gelar Liga Champions untuk kedua kalinya dalam sejarah mereka. Skuad Juve yang bertabur bintang seperti Gianluca Vialli, Didier Deschamps dan Alessandro Del Piero mengalahkan Ajax racikan Louis van Gaal dalam drama adu penalti.

Akan tetapi, sepak bola Italia diguncang pada 2006. Lima tim termasuk Juventus dinyatakan bersalah karena dinilai terlibat dalam insiden pengaturan skor. Akibat insiden calciopoli tersebut, Juventus terdegradasi ke Serie B 2006-2007.

1. Olympique de Marseille

 Marseille

Pada akhir 1980-an penikmat sepakbola melihat kebangkitan Marseille yang menjadi salah satu tim adidaya yang mendominasi sepakbola Prancis pada waktu itu. Saat itu nama-nama seperti Jean-Pierre Papin, Chris Waddle, Didier Deschamps, Marcel Desailly, dan Rudi Voller menjadi terkenal. Mereka memimpin klub untuk mendapatkan empat gelar liga berturut-turut antara 1989-1992.

Marseille benar-benar merasakan berada di puncak sepakbola dunia pada 1993. Saat itu mereka mengalahkan AC Milan di final Liga Champions 1992-1993. Marseille menjadi kesebelasan Prancis pertama yang meraih gelar juara di tingkat Eropa. Hal itu membuat Marseille meraih trofi Liga Champions pertama di era modern.

Akan tetapi, kehancuran mereka dimulai pada 1994. Ketika itu presiden mereka, Bernard Tapie, terlibat dalam tuduhan pengaturan pertandingan. Berbagai masalah muncul dan membuat mereka terdegradasi ke divisi kedua. Marseille kembali ke divisi teratas pada 1996 dan kemenangan mereka di Liga Champions pada 1993 tetap menjadi satu-satunya kemenangan mereka hingga saat ini.

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini