nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Tanggapan Panpel Pertandingan Arema FC Terkait Pemukulan Suporter oleh Steward

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 20 April 2018 18:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 04 20 49 1889452 ini-tanggapan-panpel-pertandingan-arema-fc-terkait-pemukulan-suporter-oleh-steward-70zWZz2txz.jpg Klarifikasi Panpel pertandingan Arema FC (Foto: Avirista Midaada/Okezone)

KOTA MALANG - Aksi demonstrasi dilakukan ratusan Aremania menuntut klarifikasi manajemen dan Panpel Pertandingan Arema FC selama forum diskusi antara suporter, manajemen, dan Panpel.

Pendukung Arema FC mengutarakan beberapa pembahasan terkait insiden kerusuhan kemarin seperti pemukulan oleh steward pertandingan, semprotan gas air mata, SOP pengamanan pertandingan, hingga terkait teknis tim Arema FC.

Ratusan Aremania tersebut diterima langsung jajaran Pembina, manajemen, dan aparat kepolisian yang diwakili Wakapolres Malang.

(Baca juga: Aremania Lakukan Aksi Tuntut Klarifikasi Insiden Laga Arema FC vs Persib)

"Yang saya tanyakan bagaimana bisa terjadi pemukulan terhadap suporter oleh steward. Bagaimana SOP steward dalam mengamankan pertandingan," tanya salah satu Kordinator Aremania, Andi koreng dalam diskusi dengan manajemen, Jumat (20/4/2018).

Unjuk rasa Aremania

Menanggapi hak itu pihak Panitia Penyelenggara (Panpel) pertandingan Arema FC Abdul Harris mengungkapkan permintaan maaf mendalam ke Aremania khususnya yang menjadi korban.

"Kita sudah evaluasi semua termasuk steward yang melakukan penindakan di luar SOP yang ada. Steward juga manusia. Satu jam sebelum pertandingan kita adakan brifing. Tapi yang terjadi kemarin diluar dugaan kami. Kita minta maaf sebesar-besarnya," ungkap Abdul Harris.

Ia menambahkan steward yang melakukan pemukulan dan tindak kekerasan ke suporter akan langsung diberhentikan. Ini untuk mencegah hal yang tak diinginkan kembali terjadi di laga berikutnya.

Pihaknya juga terbuka bila Aremania membentuk steward untuk mengamankan pertandingan. "Secara profesional akan kita edukasi. Harus apa bagaimana dan seperti apa untuk mengamankan pertandingan. Mereka harus mengamankan kedua tim dan perangkat pertandingan," tambah Abdul Harris.

Sesuai kesepakatan diskusi antara manajemen, Panpel, dan Aremania bahwa steward tidak boleh menuju tribun penonton. Steward disiagakan di shuttle ban lapangan dan tidak mengedepankan kekerasan saat terjadi penonton yang memasuki lapangan.

"Setiap penanganan suporter harus humanis tidak boleh ada pemukulan dan kekerasan. Kami berjanji tidak akan terjadi lagi," pungkasnya.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini