Share

Arrigo Sacchi: Ide Tidak Bisa Dibeli, PSG!

Hendry Kurniawan, Okezone · Rabu 07 Maret 2018 21:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 07 261 1869329 arrigo-sacchi-ide-tidak-bisa-dibeli-psg-5KqNMBl0oz.jpg Paris Saint-Germain vs Real Madrid (Foto: AFP)

PARIS – Nasib mengenaskan harus didapat klub kaya raya asal Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), kala melakoni pertandingan babak 16 besar Liga Champions 2017-2018. Pasalnya, klub berjuluk Les Parisiens itu harus tersingkir di tangan Real Madrid dengan agregat 2-5. Tak ayal, kritkan pun berdatangan ke kubu PSG, termasuk dari pelatih legendaris asal Italia, Arrigo Sacchi.

Pada leg pertama babak 16 besar, PSG kalah dari Madrid dengan skor 1-3 di Santiago Bernabeu. Angel Di Maria dan kolega pun sebenarnya bermaksud membalas kekalahannya pada pertandingan leg kedua kala mereka akan bermain di hadapan ribuan pendukungnya sendiri di Parc des Princes.

(Baca juga: Kovacic: Madrid Dilahirkan untuk Juarai Liga Champions)

Namun nahas, alih-alih membalikkan keadaan, PSG justru kembali tersungkur. Di kandang mereka sendiri, Les Parisiens takluk dengan skor 1-2. Hasil minor tersebut tentunya mengulang catatan buruk yang mereka dapat musim lalu kala secara mengenaskan juga tersingkir di babak 16 besar Liga Champions dari Barcelona dengan agregat 5-6.

Bila melihat secara materi pemain, PSG sebenarnya dapat dikatakan sebagai salah satu tim yang memiliki skuad terbaik di dunia. Sebut saja nama-nama seperti Neymar da Silva, Edinson Cavani, Di Maria, Marco Verratti, Thiago Silva, hingga Dani Alves. Meski Neymar tidak bermain pada leg kedua, namun seharusnya PSG masih tetap bisa memberikan perlawanan berarti bila menilik pada materi pemain yang ada.

Menanggapi hal tersebut, Sacchi menerangkan kalau PSG merupakan tim yang kurang memiliki ide-ide dalam permainannya. Bukan rahasia lagi kalau PSG kerap menggelontorkan dana besar untuk membeli para pemain kelas dunia, tapi Sacchi menilai bahwa ide dalam sepakbola tidak bisa dibeli.

“Real menghadapi lawan yang sangat lemah. PSG hanyalah sekumpulan pemain. Kata ‘permainan’ mungkin terdengar abstrak, sulit untuk mendeskripsikannya, namun itu telah membuat semuanya berbeda mala mini (di laga PSG vs Madrid. Ide-ide tidak bisa dibeli, PSG kehilangan banyak hal,” ucap Sacchi, seperti diwartakan Sportskeeda, Rabu (7/3/2018).

Di sisi lain, Madrid justru mendapatkan banyak pujian berkat hasil gemilangnya tersebut. Meski di liga domestik klub berjuluk Los Blancos itu terseok-seok, namun di kancah Eropa, Madrid seolah mengatakan bahwa mereka adalah rajanya. Tak bisa dimungkiri, di pentas Eropa, catatan prestasi Madrid jauh lebih unggul ketimbang PSG.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini