UDINE – Dunia sepakbola baru saja berduka lantaran salah satu bek tangguh asal Italia meninggal dunia. Adalah Kapten Fiorentina, Davide Astori, yang mengembuskan napas terakhirnya di usia yang ke-31 tahun. Astori meninggal dalam tidurnya di sebuah hotel ketika timnya tengah melakukan perjalanan untuk bertandang ke markas Udinese.
Harus diakui bahwa Astori memang bukan pemain besar seperti kebanyakan bek asal Italia lainnya, semisal Alessandro Nesta, Marco Materazzi, atau bahkan Fabio Cannavaro. Namun, tak bisa pula dimungkiri kalau Astori merupakan salah satu bek tengah yang memiliki potensi besar, meski pada akhirnya harus tersingkir.
(Baca juga: Davide Astori Meninggal Dunia dalam Tidurnya)
Astori lahir di San Giovanni Bianco, Bergamo, pada 7 Januari 1987. Ia memulai karier sepakbolanya dengan bergabung bersama Tim Junior Pontisola. Berkat penampilan apiknya di klub tersebut, ia pun direkrut oleh akademi AC Milan pada 2001.
Bek bertubuh jangkung itu menuntut ilmu di akademi sepakbola Milan hingga 2005, sebelum pada akhirnya Astori dipanggil untuk bergabung ke tim utama. Namun sayang, selama satu musim di tim utama, Astori kalah bersaing dengan para pemain Milan, hingga akhirnya klub berjuluk Rossoneri itu pun meminjamkan dirinya ke AS Pizzighettone (2006-2007) dan Cremonese (2007-2008).
Pada 2008, Astori pun dijual Milan dan bergabung bersama Cagliari. Bersama Cagliari, Astori semakin mematangkan diri dan menemukan performa terbaiknya. Astori berseragam Cagliari selama enam musim (2008-2014) dan mencatatkan 174 penampilan di liga.
Performa bagus Astori bersama Cagliari, membuat dirinya dipanggil untuk membela Timnas Italia pada 2010. Kala itu Timnas Italia ditangani oleh Cesare Prandelli. Meski bergabung dengan Timnas Italia sejak 2010, namun Astori baru melakukan debutnya pada 2011. Selain itu, Astori juga merupakan bagian dari skuad Timnas Italia untuk Piala Konfederasi 2013.
Penampilan Astori yang semakin menanjak juga membuat AS Roma tertarik memboyongnya pada 2014. Namun sayang, bersama kubu Serigala Ibu Kota, Astori kehilangan sentuhan terbaiknya. Alhasil, ia pun dipulangkan kembali ke Cagliari sebelum akhirnya berlabuh ke Fiorentina pada 2015.
Kini, Astori telah pergi untuk selamanya. Namun begitu, kenangan yang diberikannya kepada klub-klub yang pernah dibelanya dan sepakbola Italia tak akan pernah terlupa. Di usia mudanya, Astori bahkan sempat digadang-gadang untuk menjadi penerus Nesta. Namun sayang, dirinya tak mendapatkan tempat di klub besar untuk bisa membuktikan kualitasnya lantaran kalah dari nama-nama yang memang sudah besar. Selamat jalan Il Capitano.
(Fetra Hariandja)