Menilik Kiprah Timnas Indonesia di Segala Umur pada 2018

Hendry Kurniawan, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 10:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 10 51 1842733 menilik-kiprah-timnas-indonesia-di-segala-umur-pada-2018-86LL5ayzBd.jpg Timnas Indonesia U-23 siap tampil di Asian Games 2018. (Foto: ANTARA/Risky Andrianto)

TAHUN 2018 tentunya akan menjadi tahun yang sibuk bagi sepakbola Indonesia. Pasalnya, Tim Nasional (Timnas) Indonesia akan berlaga di tiga turnamen berlevel internasional berdasarkan kelompok usia masing-masing, yakni Piala Asia U-16, Piala Asia U-19, serta Asian Games 2018.

Tampilnya Indonesia di ajang internasional tersebut tentunya menjadi gairah tersendiri bagi masyarakat Tanah Air, yang rindu akan kejayaan sepakbola Tanah Air. Menilik performa Indonesia di beberapa perhelatan terakhir, maka bukan tak mungkin Skuad Merah Putih akan mampu mempersembahkan trofi kemenangan.

3. Piala Asia U-16

(Foto: PSSI)

Timnas Indonesia U-16 dipastikan akan tampil dalam gelaran Piala Asia U-16 yang bakal dihelat di Malaysia pada 20 September hingga 7 Oktober 2018. Indonesia tampil di Piala Asia U-16 lantaran sukses menjadi Juara Grup G di babak kualifikasi.

Berada satu grup dengan Thailand, Timor Leste, Laos, dan Kepulauan Mariana Utara, Timnas Indonesia U-16 tampil perkasa dengan menyabet kemenangan di semua pertandingan kualifikasi, termasuk di antaranya menumbangkan Thailand yang kala itu berlaku sebagai tuan rumah dengan skor 1-0.

Mengoleksi 12 poin, skuad asuhan Fakhri Husaini itu pun melenggang dengan pasti ke babak utama Piala Asia U-16 2018. Meski berstatus sebagai juara grup di kualifikasi, namun dalam pengundian grup babak utama, Indonesia masuk dalam pot 4, bersama dengan Tajikistan, Yordania, dan Afghanistan.

Hal itu berarti, Indonesia berpotesi besar bertemu dengan sejumlah negara kuat yang berada di Pot 1 dan Pot 2, seperti Jepang, Iran, dan Korea Selatan. Kendati begitu, bukan berarti Indonesia tak berpeluang sama sekali untuk bisa lolos dari fase grup.

Pasalnya, bila Timnas Indonesia U-16 mampu mempertahankan permainan apiknya seperti di babak kualifikasi, maka bukan suatu keniscayaan Garuda Asia bakal bisa melenggang ke semifinal. Kemenangan 1-0 atas negara kuat Thailand di babak kualifikasi adalah bukti nyata bahwa kemampuan Indonesia patut diperhitungkan.

Selain itu, Indonesia juga tampil sebagai salah satu negara yang mengesankan sepanjang kualifikasi. Tercatat, skuad Merah Putih mencetak 25 gol dan hanya kebobolan satu kali dalam empat pertandingan di babak kualifikasi Grup G.

2. Piala Asia U-19

(Foto: AFC)

Sama halnya dengan Timnas Indonesia U-16, Timnas Indonesia U-19 juga akan berlaga di ajang Piala Asia dalam kelompok usia mereka sendiri. Indonesia patut bersyukur lantaran terpilih sebagai tuan rumah, sehingga bisa tampil di babak utama secara otomatis.

Meski sudah lolos secara otomatis, namun sebelumnya Indonesia juga harus tetap melakoni babak kualifikasi, walau hanya formalitas saja. Tergabung dengan Malaysia, Korea Selatan, Timor Leste, dan Brunei Darussalam dalam kualifikasi Grup F, skuad Garuda Nusantara nyatanya belum mampu memberikan kemampuan terbaiknya.

Meski pada dua laga awal Indonesia sukses memetik kemenangan dengan skor sama 5-0 atas Timor Leste dan Brunei, namun pada dua pertandingan berikutnya Egy Maulana Vikri dan kolega justru tumbang. Indonesia kalah dari Korea Selatan dengan skor 0-4 dan takluk 1-4 dari Malaysia.

Menyikapi hasil minor tersebut, Timnas Indonesia tentunya harus berbenah bila tak ingin kembali tumbang di babak utama. Beruntung pada undian grup babak utama, skuad Garuda Nusantara tergabung di Pot 1 bersama dengan negara-negara kuat sepert Jepang, Arab Saudi, dan Vietnam.

Sehingga pada undian grup nanti, Indonesia bakal terhindar satu grup dengan negara-negara kuat tersebut. Kendati demikian, Indonesia tetap harus waspada, karena terdapat nama-nama besar seperti Irak dan Korea Selatan di Pot 2, serta Australia di Pot 3.

Apabila beruntung, Indonesia bisa saja berada satu grup dengan negara-negara yang terbilang sepadan, seperti Tajikistan (pot 2), Thailand (pot 3), dan Malaysia (pot 4). Bila hal tersebut terjadi, maka Indonesia bakal berpeluang besar melaju ke babak semifinal.

Apalagi turnamen kali ini dihelat di Indonesia, yang mana dukungan dari masayarakat Tanah Air tentunya bakal memompa semangat Garuda Nusantara untuk bisa meraih hasil terbaik. Piala Asia U-19 nantinya bakal dilaksanakan pada 18 Oktober hingga 4 November 2018.

1. Asian Games 2018

(Foto: ANTARA/Wahyu Putro)

Setelah 56 tahun, Indonesia akhirnya kembali dipercaya menjadi tuan rumah dari ajang olahraga paling bergengsi di Asia, yakni Asian Games. Meski kejuaraan tersebut akan memperlombakan banyak cabang olahraga (cabor), namun sepakbola tentunya bakal menjadi perhatian utama.

Tentu bukan rahasia lagi bahwa sepakbola merupakan olahraga paling digemari di Indonesia. Namun hal tersebut harus disayangkan karena prestasi sepakbola Indonesia tak berbanding lurus dengan besarnya minat masyarakatnya.

Prestasi terbaik Indonesia di ajang Asian Games adalah pada 1958 dengan menempati posisi ketiga dan berhak membawa medali perunggu. Namun demikian, Indonesia tentunya berpeluang kembali mengukir catatan manis kala Asian Games dimainkan di negeri sendiri.

Saat ini, pelatih Timnas Indonesia, Luis Milla, tengah berbenah meracik skuad terbaiknya untuk bisa melangkah jauh di ajang Asian Games 2018. Adapun dalam perhelatan nanti, para pemain yang akan berlaga merupakan Timnas Indonesia U-23 ditambah dengan tiga orang pemain senior.

Milla tentunya harus memutar otak, mencari tiga pemain senior yang benar-benar dibutuhkan guna menambal kelemahan Timnas U-23. Skuad besutan Milla sebenarnya sudah tampil cukup apik saat berlaga di ajang SEA Gmes 2017. Namun demikian, lemahnya beberapa lini, membuat Indonesia harus berpuas hanya meraih medali perunggu di ajang tersebut.

Salah satu yang menjadi kelemahan Indonesia adalah kala harus dihadapkan dengan set-piece bola-bola mati. Para pemain Indonesia kerap kebingungan membaca arah bola dan mengambil posisi, baik itu saat musuh melakukan tendangan bebas maupun tendangan sudut. Tak ayal, kondisi tersebut pun dengan mudah dimanfaatkan oleh para lawan Indonesia.

Selain itu, Indonesia juga masih lemah dalam melakukan penyelesaian akhir. Kolektivitas permainan Indonesia di lini tengah sebenarnya cukup menjanjikan, namun penyelesaian akhir yang buruk, membuat kerja keras para pemain seolah berakhir sia-sia. Apabila Milla mampu menyelesaikan dua masalah tersebut, maka bukan tak mungkin Indonesia akan mampu melangkah jauh di Asian Games 2018.

Adapun negara-negara kuat seperti Jepang, Korea Selatan, serta Arab Saudi, masih menjadi favorit juara. Untuk bisa bersaing dengan negara-negar tersebut, Indonesia tentunya harus bermain secara solid. Dukungan dari publik sendiri pun bisa menjadi nilai tambah guna memompa semangat para pemain.Asian Games 2018 sendiri akan dihelat pada 18 Agustus hingga 2 September.

1 / 3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini