Image

SOCCER TIME: 5 Pelatih Sepakbola yang Diremehkan namun Bersinar, Nomor 3 Memukau Bareng Valencia

Ramdani Bur, Jurnalis · Rabu 22 November 2017, 19:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2017 11 22 51 1818677 soccer-time-5-pelatih-sepakbola-yang-diremehkan-namun-bersinar-nomor-3-memukau-bareng-valencia-KvFShIcHK7.jpg Marcelino Garcia Toral pelatih Valencia. (Foto: AFP)

KETIKA membicarakan pelatih hebat saat ini, publik rata-rata menyebut nama Jose Mourinho dan Josep Guardiola. Hal itu tidak mengherankan, mengingat Mourinho dan Guardiola hampir meraih semua trofi di level klub.

Saat ini baik Mourinho dan Guardiola sama-sama menangani klub besar. Mou –sapaan akrab Mourinho– mengarsiteki Man United, sedangkan Guardiola berjaya di Manchester City. Melihat fakta di atas, seorang pelatih hebat identik menangani tim besar.

BACA JUGA: 5 Legenda Manchester United yang Gagal saat Jadi Pelatih, Nomor 3 Tak Kunjung Raih Trofi

Namun sebenarnya, tidak semua pelatih hebat menangani tim kuat. Ada beberapa pelatih hebat dan ternyata mampu bersinar meski hanya membela tim semenjana.

Berikut 5 pelatih sepakbola yang diremehkan, namun justru bersinar, mengutip dari Sportskeeda, Rabu (22/11/2017):

5. Asier Garitano

(Foto: Curto de la Torre/AFP)

Ketika memulai karier sebagai pelatih pada 2008, Garitano menangani beberapa klub level bawah di Liga Spanyol. Namun, Garitano baru menemukan klub yang cocok tatkala menangani Leganes per musim panas 2013. Saat itu Leganes berada di divisi III Liga Spanyol. Hebatnya, Garitano hanya membutuhkan satu musim untuk membuat Leganes promosi ke Segunda Division (Divisi II Liga Spanyol).

Singkat kata, Leganes promosi untuk tampil di Liga Spanyol 2015-2016. Di Musim pertama, Leganes finis di posisi 17. Sementara di musim ini, Leganes duduk di posisi delapan dengan koleksi 17 angka dari 12 pekan. Di musim ini mereka baru kebobolan 11 gol. Catatan itu hanya kalah dari Barcelona yang kemasukan empat kali, Atletico Madrid (enam) dan Madrid (sembilan).

4. Leonardo Jardim

(Foto: REUTERS/Eric Galliard)

Tak banyak yang kenal Jardim, sebelum pelatih berpaspor Portugal itu mengarsiteki AS Monaco pada musim 2014-2015. Di musim pertamanya menangani Monaco, ia membawa Anthony Martial dan kawan-kawan melaju ke perempatfinal Liga Champions sebelum ditumbangkan Juventus.

Prestasi terbaik Jardim bersama Les Rouge et Blancs –julukan Monaco– terjadi musim lalu. Selain membawa Monaco menjuarai Liga Prancis, ia juga mengantarkan Kylian Mbappe dan kolega menembus semifinal Liga Champions. Hal itu terhitung luar biasa, mengingat Monaco tak mengandalkan pemain-pemain bintang. Bisa dibilang, Monaco racikan Jardim justru yang mengorbitkan pemain muda menjadi bintang.

3. Marcelino Garcia Toral

(Foto: AFP/Lluis Gene)

Marcelino membawa Villarreal finis di posisi empat Liga Spanyol 2015-2016 dengan skuad seadanya. Namun, karena terlibat konflik dengan pemilik klub, Marcelino dipecat jelang musim 2016-2017 bergulir.

Sempat menganggur, pelatih berusia 52 tahun itu kembali melatih klub musim ini, yakni Valencia. Secara luar biasa, Marcelino melanjutkan sentuhan midasnya di Villarreal bareng Los Che –julukan Valencia. Hingga Liga Spanyol 2017-2018 memasuki pekan 12, Valencia berada di posisi dua dengan koleksi 30 angka, tertinggal empat poin dari Barcelona di puncak.

2. Ralph Hassenhuttl

(Foto: AFP/Bertrand Langlois)

Hassenhuttl melanjutkan kerja Ralf Ragnick dengan membawa RB Leipzig mentas di Liga Jerman 2016-2017. Hebatnya, meski itu merupakan debut Leipzig tampil di Liga Jerman, berkat sentuhan Hassenhuttl, Timo Werner dan kawan-kawan finis di posisi dua.

Kehebatan Leipzig tidak berhenti sampai di situ. Hingga Liga Jerman 2017-2018 memasuki pekan 12, RB Leipzig duduk di posisi tiga dengan koleksi 23 poin. Sementara di Liga Champions, Leipzig berada di posisi tiga Grup G dengan raihan tujuh angka. Namun, catatan itu identik dengan Porto yang berada di posisi dua.

1. Lucien Favre

(Foto: AFP/Charly Triballeau)

Dengan skuad seadanya, Favre membawa Nice tampil kompetitif di Liga Prancis 2016-2017. Bahkan Nice tak terkalahkan dalam dua laga kontra Paris Saint-Germain. Setelah imbang 2-2 di markas PSG, Mario Balotelli dan kawan-kawan menang 3-1 di kandang sendiri.

Di akhir musim, Nice finis di posisi tiga klasemen Liga Prancis 2016-2017. Akan tetapi, Nice gagal mentas di Liga Champions musim ini karena kalah dari Napoli di babak playoff.

1 / 5

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini