Ajax pun tak ingin kalah. Perlahan demi perlahan mereka mencoba membangun serangan. Pada menit 62 mereka pun mendapatkan kesempatan mencetak gol. Menyambut umpan silang dari sisi kiri, Dolberg dengan sigap langsung melepaskan tembakan ke muka gawang Lyon. Meski begitu, upayanya masih dapat digagalkan oleh Lopes.
Begitupun pada menit 72, Ajax kembali mendapat peluang. Melalui skema serangan balik, Traore langsung menggiring bola, merangsek ke kotak penalti Lyon. Dengan sedikit mengecoh, Traore mencoba melepaskan tembakan. Kendati demikian, bola sepakannya masih membentur bek Lyon dan hanya menghasilkan tendangan sudut.
Menit 76 giliran Lyon yang balik menekan. Memanfaatkan umpan sundulan Lacazette, Ryubs yang berdiri bebas langsung melakukan sepakan voli keras. Namun, Onana dengan sigap segera menutup ruang tembak Ryubs sehingga bola tidak kembali bersarang di gawangnya.
Lyon akhirnya kembali mencetak angka. Kali ini melalui Ghezzal di menit 81. Memanfaatkan umpan Ryubs, Ghezzal yang berdiri bebas di dalam kotak penalti Ajax langsung melepaskan sundulan. Bola sundulan tersebut sempat mengenai kaki Viergever dan berbelok arah, Onana yang sudah mati langkah tidak dapat mengahalau bola yang mengarah ke gawangnya. Skror kini 3-1 untuk Lyon dengan total agregat 4-5 untuk keunggulan Ajax.
Memanfaatkan momentum, Lyon mencoba mengejar selisih agregat gol yang kini hanya berbeda satu angka. Mereka terus memberi tekanan pada pertahanan Ajax. Beberapa peluang emas mereka dapatkan. Salah satunya melalui Cornet di menit 89. Berdiri tanpa pengawalan setelah menerima umpan, Cornet langsung melepaskan tembakan dari sisi kiri gawang. Namun, tembakannya masih melenceng tipis di sisi gawang.
Ajax terus bertahan mati-matian guna mengamankan keunggulan agregat mereka. Hal itu pun akhirnya terbayarkan. Pasalnya, hingga wasit meniup peluit panjang, Lyon tidak mampu menambah keunggulan. Meski kalah dengan skor 1-3, tetapi Ajax berhasil lolos ke final Liga Eropa dengan agregat 5-4.