BANDUNG - Jajang Sukmara menjadi bagian Persib Bandung sejak 2011 di era pelatih Drago Mamic. Selama awal kariernya hingga kini, Jajang mengalami pasang surut.
Ia mencuri perhatian Bobotoh di awal bergabung dan menjadi pilihan utama pelatih. Ia mampu bermain sebagai kiri maupun kanan sama baiknya. Kedisiplinan dalam menjaga area pertahanan dan sesekali mendukung penyerangan menjadi kelebihannya.
Namun karirnya mengalami pasang-surut. Ia bahkan lebih banyak bermain sebagai pemain pengganti. Kalaupun mendapat tempat utama, itu lebih dikarenakan pilar utama absen karena cedera atau terkena hukuman larangan bertanding.
Hal itu ternyata tidak membuat pemilik nomor punggung 18 itu menyerah. Ia terus berusaha menarik perhatian sejumlah pelatih yang pernah menukangi Persib. Perjuangan Jajang pun berbuah hasil. Ia seolah terlahir kembali. Dalam tiga laga terakhir Persib, ia mampu membuat pelatih Djadjang 'Djanur' Nurdjaman kepincut.
Ia menjadi pemain utama saat Persib menghadapi Persipura Jayapura, Semen Padang, dan Persela Lamongan. Padahal di laga-laga sebelumnya, kesempatan bermain jadi sesuatu yang langka didapat.
Bagi Djanur, keputusan memainkan Jajang Sukmara bukan asal-asalan. Ia mempertimbangkan dengan matang kemampuan anak asuhnya tersebut.
"Saya tidak gambling karena saya tahu kemampuan Jajang. Terima kasih juga kepada Jajang karena begitu dikasih kesempatan dia benar-benar menunjukkan kemampuannya. Dan saya pikir keputusan saya memainkan dia tidak salah," kata Djanur, Selasa 2 Agustus 2016.
Tapi ia mengingatkan Jajang untuk tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini. Sebab perjalanan ia dan Persib masih panjang untuk mengarungi ISC. "Saya harap dia jangan merasa puas, tetap belajar terus dan merasa belum hebat," ucap Djanur.
Jajang sendiri senang dengan kesempatan yang diberikan sang pelatih. Sebab kerja kerasnya untuk menarik perhatian sang pelatih tidak berakhir sia-sia. Meski begitu, ia mengakui penampilannya belum sempurna. Ia pun memetik banyak pelajaran dari tiga laga terakhir yang sudah dilakoni.
"Ada banyak sekali yang harus dievaluasi. Dari tiga pertandingan itu, saya berusaha untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Sebagai pemain yang baru main lagi, masih banyak yang harus dievaluasi karena masih banyak kekurangan," tutur Jajang.
Ia berharap kesempatan bermain kembali didapatnya saat Persib melakoni laga tandang kontra Perseru Serui pada Sabtu 6 Agustus 2016. Ia pun berusaha meyakinkan sang pelatih dengan serius mengikuti berbagai program latihan yang diberikan tim pelatih. "Saya ingin main lagi dalam pertandingan nanti," tandas Jajang.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.